Mengharukan! Pemuda Yang Masih Mengenakan Toga Ini Menangis Di Makam Ayahnya




Mengharukan! Pemuda Yang Masih Mengenakan Toga Ini Menangis Di Makam Ayahnya

Mengharukan! Pemuda Yang Masih Mengenakan Toga Ini Menangis Di Makam Ayahnya

Kisah nyata yang mengharukan ini semoga bisa menjadi sebuah motivasi bagi siapa saja yang berusaha mewujudkan mimpi dari orang tuanya, meski mereka sudah tiada.

Kisah seorang pemuda bernama Waldian ini sungguh sangat mengharukan. Bagaimana tidak, ia mengunjungi makam sang ayah dengan masih mengenakan pakaian toga sebagai bukti bahwa ia telah lulus dari sebuah perguruan tinggi. Tangisan pun tak tertahankan ketika membersihkan dedaunan yang jatuh dari pohon sekitar pekuburan.

Waldian merupakan pemuda yang benar-benar berusaha membanggakan dan menepati janji orang tuanya. Sebelum ayahandanya meninggal, Waldian masih ingat pesan yang selalu diucapkan oleh ayahnya. Ayahandanya mengatakan kepada Waldian, “Selesaikan kuliah. Jangan dulu berpikir macam-macam.”

Ayahnya memang telah wafat pada tahun 2010 dimana Waldian masih duduk di bangku SMA. Setelah ditinggalkan sang ayah, ia pun hidup berdua dengan ibunya yang seorang guru. Berbekal pesan sang ayah, Waldian bertekad untuk menyelesaikan kuliahnya.

Maka setelah lulus SMA tahun 2011, ia pun segera mendftarkan diri ke Universitas Ichsan Gorontalo dan tertarik untuk memilih jurusan ilmu komputer.

Semasa kuliah berbagai rintangan ia hadapi bersama dengan ibunya. Ini karena biaya untuk berkuliah tidaklah sedikit. Sementara yang mencari keuangan adalah sang ibu tercinta. Namun Waldian tak tinggal diam melihat penderitaan ibunya yang berusaha menghidupi dirinya dan kuliahnya.

Dengan tekad yang bulat ia pun berusaha agar kuliahnya bisa lebih mudah dan lancar. Maka pada hari senin (30/5/2016) menjadi hari yang sangat bersejarah untuk Waldian yakni hari dimana ia mengenakan toga sebagai bukti bahwa dirinya telah lulus dari universitas tersebut.

Setelah acara wisuda selesai, dengan segera Waldian menuju keluar meski saat itu panas matahari amat terik. Yang dilakukannya ternyata adalah berjalan kaki menuju pemakaman ayahnya yang sangat ia cintai.

“Saya sudah bernazar. Bila kuliah saya selesai, saya akan berjalan kaki dari lokasi wisuda ke makam almarhum ayah saya,” tuturnya.

Setelah berada di depan makam ayahnya, tak banyak yang dilakukan oleh Waldian kecuali membersihkan makam ayahanda tanpa ingin melepas baju toga di terik panas hari itu.

Tak berapa lama tetesan air mata pun membasahi mata dan pipi peraih IP yang sangat memuaskan tersebut. Dari bibirnya pun tergetar seakan ingin berkata kepada ayahandanya bahwa ia telah berhasil meraih impian ayahnya tersebut.

Waldian pun berkata, “Saya dedikasikan semua ini buat ibunda tercinta yang kini masih setia membimbing dan mendidik saya, serta buat almarhum ayahanda tercinta. Semoga ayah tersenyum dan bangga atas keberhasilan saya ini.” sembari mengusap air matanya.

Baca Juga:


Semoga kita yang masih belum bisa meraih impian dan harapan orang tua, bisa segera mencapainya dengan usaha dan doa yang maksimal. Aamiin




loading...

close ini