Kisah Inspiratif Penjual Pulsa Keliling Yang Ingin Bisa Naik Haji




Kisah Inspiratif Penjual Pulsa Keliling Yang Ingin Bisa Naik Haji
Dimas Penjual Pulsa Keliling (TribunJogja)
Kisah Inspiratif Penjual Pulsa Keliling Yang Ingin Bisa Naik Haji

Sesungguhnya manusia harus mencari rezeki untuk bisa bertahan di dunia ini. Berbagai cara pun bisa ditempuh oleh umat islam selama hal tersebut halal dan tidak dilarang oleh agama. Itu juga yang dilakukan oleh seorang penjual pulsa bernama Dimas Dias. Memang namanya langsung dikenal lantaran tertulis jelas di kardus bekas yang ia kalungkan di lehernya.

Selain tertera nama, terdapat pula logo berbagai macam operator telekomunikasi disertai tulisan yang cukup besar “JUAL PULSA”.

Memang, Dimas merupakan seorang penjual pulsa yang rela berkeliling mencari orang yang membutuhkan jasa pengisian pulsa di Yogya. Setiap harinya ia biasa berkeliling di seputaran Baciro, Lempuyangan dan daerah sekitarnya.

Tampak pada Jum’at (4/03/2016) Dimas tengah berada di sekitar SPBU Lempuyangan sambil berjalan tertatih-tatih. Hari itu tak ada satu pun orang yang membutuhkan jasanya meski lalu lintas terlihat lalu lalang.

Dilansir dari TribunJogja, Dimas mengatakan bahwa hari itu memang tidak ada yang beli pulsa jualannya.

“Ya kadang memang tak ada yang beli,” ucapnya sendu

Memang secara fisik, Dimas memiliki keterbatasan dimana kakinya sulit untuk berjalan. Selain itu di salah satu matanya terdapat selaput putih sehingga membuatnya sulit untuk melihat dengan jelas.

Hal ini pula yang membuatnya kesulitan untuk mengisi pulsa di ponsel miliknya yang berukuran kecil. Sehingga pelanggan pun harus mau sabar ketika dirinya mengisi pulsa.

Kisah Inspiratif Penjual Pulsa Keliling Yang Ingin Bisa Naik Haji
Dimas Kesulitan Mengisi Pulsa Karena Gangguan di Matanya (TribunJogja)
Cara bicaranya pun terbata-bata sehingga terkadang bicaranya cukup jelas, namun kadang pula sulit untuk dimengerti. Hal itulah yang membuatnya berbeda dngan fisik orang normal kebanyakan.

Meskipun begitu, niat dan semangatnya untuk mencari rezeki patutlah diacungi jempol. Disaat orang sepertinya sibuk menengadahkan tangan dan mengemis pada orang lain, ia justru tak ingin berpangku tangan dan dikasihani.

Dirinya pun tak menyalahkan nasib yang ia terima dan bersyukur masih diberi rezeki serta kemampuan untuk tetap berikhtiar. Baginya perubahan yang Allah berikan juga didasarkan karena perubahan yang dilakukan manusia itu sendiri.

“Tuhan tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, jika ia sendiri tidak ingin mengubahnya,” jawabnya merujuk pada salah satu ayat Al Qur’an.

Dimas telah cukup lama berjualan pulsa seperti itu yaitu sekitar 10 tahun yang lalu. Dari penghasilannya setiap hari, Dimas senantiasa menyisihkan 5 ribu rupiah untuk disimpan dalam tabungan.

Setelah ditelisik, barulah ia menjawab bahwa uang tabungan tersebut akan digunakannya untuk bisa naik haji.

“Ya, saya ingin naik haji,” pungkasnya.

***

Masya Allah, Dimas merupakan salah satu orang yang memiliki keterbatasan fisik namun enggan meminta-minta dan justru bekerja lebih keras tanpa rasa malu sedikit pun. Maka sudah sepatutnya kita yang diberi fisik normal tidak menyia-nyiakan fisik tersebut dengan bermalas-malasan atau bahkan meminta-minta.

Baca Juga:


Semoga Allah mempermudah jalan usaha Dimas dan mengabulkan doanya untuk bisa naik haji. Aamiin