Innalillahi, Ibu-Ibu Berjilbab Ini Sambut Uskup Dengan Qasidah




Innalillahi, Ibu-Ibu Berjilbab Ini Sambut Uskup Dengan Qasidah │Sungguh aneh memang negeri ini dimana batasan toleransi sudah semakin tidak jelas dan bahkan batasan yang sesungguhnya dianggap tidak sesuai dengan pemahaman toleransi saat ini. Seperti itulah yang terlihat dalam sebuah acara dimana seorang Uskup tengah disambut dengan iringan qasidah ibu-ibu berjilbab.

Peristiwa tersebut terjadi pada hari minggu (22/5/2016) dalam acara ulang tahun ke-25 daerah Paroki Kranji, Bekasi. Dalam acara tersebut tampak terlihat ibu-ibu berjilbab warna orange menyanyikan qasidah untuk menyambut seorang uskup bernama Ignatius Suharyo.

Innalillahi, Ibu-Ibu Berjilbab Ini Sambut Uskup Dengan Qasidah

Peristiwa tersebut pun menjadi kebanggaan umat Kristiani dan dimasukkan dalam salah satu website Katoliknews dengan kalimat, “Bak sebuah lilin yang menyala di tengah kegelapan, harmonisnya warga di Kranji diharapkan bisa menjadi kekuatan yang membuka pikiran banyak orang akan indahnya toleransi.”

Tak hanya menjadi kebanggaan dalam situs non muslim, sejumlah tokoh JIL seakan membuktikan bahwa bentuk toleransi haruslah seperti itu.

Sementara itu Walikota Bekasi, Dr H Rahmat Effendi dalam sambutannya menyatakan bahwa Bekasi merupakan kampung yang Pancasila dimana mereka menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama. Selain itu setiap penduduknya saling berbaur dalam satu keberagaman.

Sungguh miris pemahaman apa yang dimaksud dengan toleransi saat ini. Suatu toleransi yang jauh dari apa yang dicontohkan oleh Rasulullah dimana jaman Rasulullah pun kaum Nasrani dan Yahudi hidup berdampingan dengan kaum muslim tanpa saling bermusuhan dan saling mencampur adukkan amalan atau syariat.
Baca Juga: Jangan Menggurui Al Qur’an Tentang Arti Toleransi
Semoga kita semua semakin paham akan arti toleransi dalam agama yang sebenarnya dan tidak kehilangan identitas diri sebagai muslim yang sesungguhnya.




loading...

close ini