Ternyata Begini Awal Bangsa Arab Mengenal Puasa 30 Hari




Ternyata Begini Awal Bangsa Arab Mengenal Puasa 30 Hari │ Bangsa Arab dahulu di masa jahiliyah tidak mengenal puasa 30 hari. Berdasarkan kitab Nihayat Al Irb fi Ma’rifat Ansab Al Arab karangan Al Qalaqasyandi dijelaskan bahwa tradisi puasa sebulan penuh tersebut dikenal setelah penjajahan Nabonidus penguasa Babilon di wilayah Taima yang merupakan wilayah di jazirah Arab.

Seiring dengan waktu, puasa pun mulai dikenal dan tidak bisa dilepaskan dalam kebiasaan bangsa arab jahiliyah, namun dengan istilah yang berbeda. Puasa Ramadhan dikenal dengan sebutan natiq yang memiliki arti ‘puasa’. Bahkan Ramadhan juga dikenal dengan sebuah Ramdha’ yang mengartikan kepada cuaca yang sangat panas ketika puasa tersebut berlangsung.

Ternyata Begini Awal Bangsa Arab Mengenal Puasa 30 Hari

Dalam tafsir Imam Ath Thabrani, digambarkan bagaimana bangsa arab yang masih menyembah berhala, ternyata melakukan puasa. Aktivitas itu pun sama dengan puasa yang dilakukan sekarang ini seperti menahan makan dan minum serta berhubungan intim. Bahkan mereka juga berpuasa bicara terhadap siapapun.

Dari keterangan Al Maqdisi dalam Al Bud’u wa at Ta’rikh diketahui bahwa sebelum islam datang, bangsa Quraisy selalu bersemedi ketika melaksanakan puasa.

Sementara itu dalam Al Fihrist karya Ibn An Dadim dijelaskan bahwa puasa sebulan penuh lebih populer di kalangan negeri Irak dimana mereka berpuasa satu bulan dalam satu tahun untuk penghormatan dewa bulan bernama Sin. Selain itu mereka juga mempersembahkan hewan kurban untuk dewa tersebut.

Kaum Sabian yang berada di Irak juga berpuasa berdasarkan penanggalan kalender yakni jika genap 30 hari maka mereka melaksanakan puasa 30 hari. Namun jika kalendernya 29 hari, mereka pun melaksanakan puasa selama 29 hari juga. Keterangan ini terdapat dalam Al Mukhtashar fi Tarikh Al Basyar dan dijelaskan juga bahwa mereka memulai puasa seperempat malam terakhir hingga matahari terbenam.

Baca Juga:


Itulah awal mula bangsa Arab mengenal puasa 30 hari. Semoga menjadi penambah wawasan kita mengenai sejarah keislaman di tanah Arab.