Khutbah Nabi Saat Shalat Gerhana Yang Tidak Banyak Diketahui Oleh Umat Muslim




KabarMakkah.Com – Bagaimana sebenarnya isi khutbah Nabi saat shalat gerhana? Memang, melakukan khutbah setelah shalat gerhana entah itu gerhana matahari ataupun gerhana bulan merupakan sebuah hal yang disunnahkan. Pendapat ini dipilih oleh Imam Syafii dan banyak sahabat. Rujukan hadistnya adalah:

Khutbah Nabi Saat Shalat Gerhana Yang Tidak Banyak Diketahui Oleh Umat Muslim
Ilustrasi khutbah setelah shalat gerhana
Dari Aisyah Radhiallahu ‘Anha , beliau menuturkan bahwa gerhana matahari pernah terjadi di masa Rasulullah. Kemudian beliau mengimami para sahabat dan beliau memanjangkan berdirinya dan kemudian beliau ruku dan memanjangkan rukunya. Beliau berdiri lagi dan memperpanjang berdiri namun lebih singkat dari berdiri sebelumnya. Kemudian beliau ruku kembali dan memperpanjang ruku namun lebih singkat dari ruku sebelumnya. Setelah itu beliau sujud dan memperpanjang sujud tersebut. Rakaat berikutnya, beliau mengerjakan seperti rakaat pertama. Lantas beliau beranjak (usai mengerjakan shalat tadi), sedangkan matahari telah nampak.

Kemudian Rasul berkhutbah di hadapan banyak orang. Beliau memuji dan menyanjung Allah seraya bersabda,


“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.

Setelah itu Rasulullah bersabda,


“Wahai umat Muhammad, demi Allah tidak ada seorang pun yang lebih cemburu daripada Allah karena ada seorang hamba baik laki-laki maupun perempuan yang berzina.

Wahai umat Muhammad, demi Allah jika kalian mengetahui yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” (HR Bukhari)

Beberapa poin penting yang bisa kita ambil adalah yang pertama, khutbah Rasulullah berkaitan dengan gerhana adalah ringkas, padat dan sangat jelas.

Ringkasnya khutbah Rasul diikuti oleh sahabat Ammar dan ia pun menyampaikan hadist tentang ringkasnya suatu khutbah.

“Sesungguhnya panjangnya shalat seseorang dan singkatnya khutbah merupakan tanda kefaqihan diri (paham akan agama). Maka perlama shalat dan buat singkatlah khutbah. Karena pejelasan ini bisa menyihir.” (HR Muslim dan Ahmad)

Baca Juga: Amalan Saat Terjadi Gerhana Matahari

Poin yang kedua adalah khutbah dilakukan dua kali. Dalam kitab Al Umm, Imam Syafii menuliskan,

“Para ulama berpandangan bahwa khutbah (shalat gerhana) adalah dua kali. Ada duduk yang sebentar diantara dua khutbah sebagaimana dilakukan dalam khutbah Jumat. Inilah pendapat madzhab Imam Syafii (Al Umm 1:280)

Contoh khutbah

Adapun contoh yang bisa dilakukan yaitu

Khutbah pertama


Shalat Gerhana Matahari
“Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini dan kami sekali-kali tidak akan mendapatkan petunjuk jikalau Allah tidak memberi petunjuk kepada kami. Sesungguhnya telah datang Rasul-Rasul Tuhan kami, membawa kebenaran. Diserukan kepada, “Itulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan amalan yang mereka kerjakan dahulu.”

Shalat Gerhana Matahari

Isi Khutbah


Sholat Gerhana
“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda diantara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang ataupun lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakan shalat dan bersedekahlah.”

Shalat Gerhana
“Wahai umat Muhammad, demi Allah, tidak ada seoran pun yang lebih cemburu daripada Allah karena ada seorang hamba baik lelaki maupun perempuan yang berzina. Wahai umat Muhammad, demi Allah, jika kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.”

Khutbah kedua


Saat Shalat Gerhana
Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi serta mengadakan gelap dan terang, namun orang-orang kafir mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan mereka.

Doa khutbah






Baca Juga: Cara Sholat Gerhana Matahari


Demikian khutbah Nabi saat shalat gerhana. Semoga Allah senantiasa memberikan kita kesempatan untuk selalu beramal baik selagi nyawa masih bersatu dengan raga.

Wallahu A’lam

Sumber: rumaysho.com






close ini