Yusrilanita Langsung Pingsan Saat Dengar Kabar Jatuhnya Sriwijaya Air yang Ditumpangi Anak, Menantu, Besan, dan Cucunya

Yusrilanita Langsung Pingsan Saat Dengar Kabar Jatuhnya Sriwijaya Air yang Ditumpangi Anak, Menantu, Besan, dan Cucunya

Yusrilanita Langsung Pingsan Saat Dengar Kabar Jatuhnya Sriwijaya Air yang Ditumpangi Anak, Menantu, Besan, dan Cucunya



Yusrilanita Langsung Pingsan Saat Dengar Kabar Jatuhnya Sriwijaya Air yang Ditumpangi Anaknya bernama Indah Halimah Putri, menantu, besan, cucu, serta keponakan menantunya hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021). 


Tetangga Yusrilanita yang mendengar kabar tersebut kemudian mendatangi kediaman wanita paruh baya ini di Desa Sungai Pinang 2, Kecamatan Sungai Pinang, Ogan Ilir, Sumatera Selatan. 


Adik Indah, Nabila menceritakan, Indah adalah anak tertua dari empat bersaudara. 


Sejak menikah, Indah tinggal di Pontianak, ikut suaminya Muhammad Rizky Wahyudi. 


"Namun sejak hamil besar, Indah pulang ke Desa Sungai Pinang hingga melahirkan dan anaknya usia tujuh bulan," kata Nabila, saat ditemui di kediamannya, Sabtu. 


"Baru seminggu lalu suami Indah, Muhammad Rizky wahyudi menjemput untuk kembali ke Pontianak. Namun, musibah itu tiba," ujar Nabila. 


Sebelum pesawat lepas landas, Indah sempat sempat mengirim foto sayap pesawat via pesan WhatsApp yang menggambarkan kondisi hujan deras dan ia minta didoakan. 


"Doakan ya," kata Nabila membacakan pesan Indah. 


Sebelumnya diberitakan, Sriwijaya Air SJ182 tujuan Jakarta-Pontianak lepas landas dari Bandara Soetta, Sabtu pukul 14.36 WIB. 


Beberapa saat kemudian, tepatnya pada 14.40 WIB, pesawat dinyatakan hilang kontak. Pesawat disebut jatuh di perairan Kepulauan Seribu, dekat Pulau Laki dan Pulau Lancang. 


Direktur Utama Sriwijaya Air Jeff Jauwena menyatakan pesawat SJ182 sempat tertunda keberangkatannya atau delay selama 30 menit akibat hujan deras. 


"Delay akibat hujan deras, maka ada delay 30 menit saat boarding," kata Jeff dalam konferensi pers dari Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (9/1/2021). 


Sementara itu, Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Suryanto Cahyono mengatakan pihaknya masih terus mengumpulkan berbagai informasi mengenai peristiwa jatuhnya pesawat SJ182 itu. 


Sejauh ini, diketahui pesawat seri Boeing 737-500 itu berusia sekitar 26 tahun. Ia dibuat pada tahun 1994.

Next article Next Post
Previous article Previous Post