'Meh Ana Jenazah Teka,' Kata Ayah Kapten Didik di Pekalongan Sebelum Tragedi Jatuhnya Pesawat Sriwijaya SJ 182

'Meh Ana Jenazah Teka,' Kata Ayah Kapten Didik di Pekalongan Sebelum Tragedi Jatuhnya Pesawat Sriwijaya SJ 182

'Meh Ana Jenazah Teka,' Kata Ayah Kapten Didik di Pekalongan Sebelum Tragedi Jatuhnya Pesawat Sriwijaya SJ 182



Inda Gunawan (49) kakak kandung, Kapten Didik Gunardi menceritakan terakhir komunikasi dengan adiknya itu pada Rabu (6/1/2021) melalui WhatsApp video call. 


"Saya terakhir komunikasi dengan Didik itu Rabu kemarin, biasanya setiap hari adiknya menanyakan kabar ponakan dan bapak." 


"Bahkan, adiknya meminta bapak untuk datang ke Jakarta. 


Namun, karena Covid-19 tidak bisa ke sana. Terakhir, bilang ke saya jaga kesehatan dan selalu gunakan masker ya," kata Inda, Minggu (10/1/2021) 


Sebelum ada kejadian ini, ia tidak mempunyai firasat sama sekali. 


Cuman, hanya heran saja yang biasanya Didik setiap hari memberikan kabar. 


Beberapa hari ini, tidak memberikan kabar. 


Gunawan mengungkapkan yang mendapatkan firasat musibah ini yaitu ayahnya. 


"Bapak saya Ruslani (79), kemarin bilang kalau pingin ketemu Didik. 


Kok sudah satu tahun lebih tidak pulang. 


Ayahnya pingin disuapin makan sama Didik," ungkapnya. 


Kemudian yang aneh lagi, pagi tadi saat anaknya bermain di depan pintu rumah ditegur sama ayahnya, karena ada jenazah yang akan datang. 


"Tadi pagi saja, anak saya bermain di depan pintu rumah ditegur sama bapak dan ngomong 'ojo dolanan neng ngrep lawang, meh ono jenazah teko'. 


Padahal bapak, belum dikabari terkait berita tersebut." 


"Akhirnya, bapak saya ungsikan ke rumah yang ada di Kota Pekalongan, karena takutnya banyak warga datang ke rumah dan juga fisik sudah tua. Tapi, nanti bapak akan dikabari info itu," imbuhnya. 


Gunawan mengatakan, Didik merupakan adik kandung yang paling terakhir dan berharap ada keajaiban dalam musibah ini. 


"Harapan kita mudah-mudahan ada keajaiban, meskipun sepertinya tidak mungkin. Tapi itu sudah rencana Allah SWT semoga yang terbaik untuk kita semua," harapanya.


Gunawan menambahkan, rencananya sore ini keluarga akan ke rumah adiknya yang ada di Perum Grand Bekasi. 


"Sore ini, rencananya kami keluarga akan berangkat ke Bekasi," tambahnya. 


Ingin Ambil Pesawat 


Captain Didik Gunardi (49) Warga RT 11 RW 4, Dukuh Besimahan, Desa Srinahan, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah menjadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air PK-CLC nomor penerbangan SJ 182 rute Jakarta-Pontianak yang jatuh di Kepulauan Seribu, pada Sabtu (9/1/2021). 


Terlihat sejumlah warga dan keluarga besar berdatangan setelah mendapatkan kabar tersebut. 


Terlihat pula Kepala Desa Sirnahan Keswanto bersama perangkat desa, juga datang untuk memastikan informasi tersebut. 


Selain itu, dari informasi Didik merupakan anak mantan kepala desa Sirnahan. 


Inda Gunawan (58) kakak kandung Didik menceritakan, ia mendapatkan informasi kabar adik kandungnya menjadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air, pada hari Sabtu (9/1/2021) sekitar pukul 17.00 WIB. 


"Saya dapat informasi kabar itu dari istri Didik yang bernama Ari Kartini. 


Memang benar adiknya berada di daftar manifest pesawat Sriwijaya Air."


"Informasi yang diterimanya adiknya mau mengambil pesawat yang ada di Pontianak," kata Inda Gunawan, Minggu (10/1/2021) siang. 


Menurutnya, kabar yang diterima hingga saat ini adiknya belun ditemukan. 


"Dari kabar istirnya Didik, sampai saat ini adiknya belum ditemukan," ujarnya. 


Saat menceritakan adik kandungnya, Inda Gunawan selalu meneteskan air mata. 


Adiknya merupakan pilot Nam Air yang menjadi penumpang di Sriwijaya Air. 


"Seakan-akan saya tidak percaya informasi tersebut, kalau Didik adik kandung saya paling bontot menjadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air," imbuhnya. 


Ia berharap ada keajaiban dalam musibah ini. 


"Harapan kita mudah-mudahan ada keajaiban, meskipun sepertinya tidak mungkin. 


Tapi itu sudah rencana Allah SWT semoga yang terbaik untuk kita semua," harapnya. 

Next article Next Post
Previous article Previous Post