Astagfirullah! Israel Semakin Brutal, Makam Sahabat Nabi dan Syuhada Jadi Sasaran

Astagfirullah! Israel Semakin Brutal, Makam Sahabat Nabi dan Syuhada Jadi Sasaran

 

Astagfirullah! Israel Semakin Brutal, Makam Sahabat Nabi dan Syuhada Jadi Sasaran


Kebrutalan Zionis Israel terhadap rakyat Palestina semakin menggila. Agresi tentara Israel juga menyerang situs-situs bersejarah Islam. 


Serangan terbaru militer Israel menargetkan makam para syuhada Arab dan Muslim, dan sejumlah sahabat Nabi Muhammad SAW di Yerusalem. 


Aksi ini pun menuai kecaman ulama Islam. Mufti Besar Mesir, Syekh Syauqi Allam, mengutuk keras agresi dan pelanggaran Israel di wilayah Palestina yang diduduki.


Mufti, yang juga Sekretaris Jenderal Otoritas Fatwa Dunia ini memeringatkan kelanjutan dari rencana pendudukan Israel untuk Yahudi di Kota Yerusalem Timur yang diduduki, merusak fitur-fiturnya, dan menghapus identitas aslinya.  


Dia menggambarkan tindakan Israel sebagai pelanggaran berat terhadap kesucian orang mati. 


Dilansir dari laman Ahram Online pada Senin (28/12), dalam pernyataan resminya, Allam mengimbau masyarakat internasional untuk memikul tanggung jawab penuh dan menghentikan serangan Israel terhadap tanah dan situs suci Palestina, menjunjung tinggi prinsip-prinsip hukum internasional, legitimasi dan keputusan internasional, serta prinsip-prinsip hak asasi manusia.


Di samping itu, Mufti menyatakan pekerjaan penggalian yang dilakukan di bawah Masjid Al-Aqsa dan sekitarnya di Yerusalem merupakan ancaman serius bagi masjid tersebut.


Sementara itu, pada pertengahan Desember, pemerintah Israel menyetujui rencana untuk membangun 8.300 unit permukiman di tanah Palestina yang dirampas di Yerusalem selatan. 


Mesir telah berulang kali mengutuk rencana Israel untuk membangun ribuan unit pemukiman Yahudi di Yerusalem Timur. Mesir telah mempertahankan posisinya untuk menolak permukiman ilegal di wilayah Palestina, serta dukungan penuhnya untuk mendirikan negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya berdasarkan Perjanjian perbatasan 1967.

Next article Next Post
Previous article Previous Post