Pedagang Bakso Keliling di Tepi Laut Merah Dekat Masjid Terapung Diserbu Jamaah Umroh Indonesia

Pedagang Bakso Keliling di Tepi Laut Merah Dekat Masjid Terapung Diserbu Jamaah Umroh Indonesia

 

Pedagang Bakso Keliling di Tepi Laut Merah Dekat Masjid Terapung Diserbu Jamaah Umroh Indonesia


Jauh dari negara kelahiran, terus bertemu kuliner Nusantara di Jeddah Arab Saudi, itu sesuatu banget. 


Itu pasti dialami Jamaah Umroh asal Indonesia, ketika bertemu pedagang bakso di tepi Laut Merah sesudah/sebelum berkunjung ke Masjid Terapung Jeddah. 


Adanya pedagang bakso keliling dengan cara dipikul bukanlah isapan jempol dan itu menjadi pemandangan unik di antara taman-taman bersih tepi Laut Merah. 


Kunjungan Jamaah Umroh asal Indonesia ke Masjid Terapung Kota Jeddah merupakan rangkaian city tour. 


Saat beristirahat di kawasan tersebut, Jamaah Umroh bisa memanfaat sejumlah gazebo untuk menghindari terik matahari. 


Di situlah pedagang bakso keliling muncul dan langsung diserbu Jamaah Umroh yang sudah kangen makanan khas Nusantara. 


Pedagang bakso bernama Suroso itu mengaku berasal dari Solo. Dia sudah belasan tahun menjalani usaha dagang bakso di Kota Jeddah. 


Menurut dia, pembelinya memang kebanyakan Jamaah Umroh dari Indonesia. Sedangkan dari negara lain jarang membeli. 


"Kalau yang berkunjung ke masjid terapung jemaah asal Indonesia, bakso saya langsung laris. Banyak yang membeli. Kadang di antara Jamaah Umroh ada yang tidak kebagian. Pokoknya cepat habis, kalau yang datang orang Indonesia," tutur Suroso. 


Sebagian besar jemaah asal Indonesia, sangat menikmati sekali jajan bakso di Kota Jeddah. Walau ada juga di antara mereka tetap kurang puas. 


"Kalau cuma buat ngisi perut, ya lumayan. Cuma rasanya baksonya agak beda ya dengan di Indonesia. Terasa ada yang kurang," kata seorang Jamaah Umroh Ibu Latifah. 


Oh iya, Jamaah Umroh yang beristirahat di gazebo jangan merasa kaget kalau mendapati Laut Merah tidak melihat warna merah yang dibayangkan sebelumnya. 


Laut Merah sebagaimana laut pada umumnya. Cuma sesekali muncul warna merah dari pengaruh ganggang yang ada di sana. 


Masjid terapung di Kota Jeddah, biasanya menjadi kunjungan terakhir Jamaah Umroh yang melakukan wisata dalam kota (city tour). 


Sambil menunggu kedatangan pesawat yang mengantarkan kembali ke Indonesia, Jamaah Umroh bisa beristirahat dulu di kawasan masjid terapung. 


Semula, masjid yang berada di pantai Laut Merah itu bernama Masjid Fatimah. Namun, Pemerintah Arab Saudi kemudian mengganti nama masjid tersebut menjadi Masjid Ar Rahmah. 


Pergantian nama tersebut untuk mengantisipasi salah tafsir sejumlah Jamaah Umroh/haji. 


Masjid terapung itu memang jadi destinasi favorit, setelah Jamaah Umroh melaksanakan rukun ibadahnya.*** 

Next article Next Post
Previous article Previous Post