Miris, Kakak Beradik di Ponorogo ini Harus Minum dari Air Hujan, Makan Andalkan Bantuan Tetangga

Miris, Kakak Beradik di Ponorogo ini Harus Minum dari Air Hujan, Makan Andalkan Bantuan Tetangga

 

Miris, Kakak Beradik di Ponorogo ini Harus Minum dari Air Hujan, Makan Andalkan Bantuan Tetangga


Masih ada saja warga miskin yang luput dari perhatian pemerintah. Di Kabupaten Ponorogo misalnya, kakak-beradik Poniran (60) dan Sami (55), kondisinya sangat memprihatinkan.


Untuk bertahan hidup, Warga Dukuh Jaten RT 05 RW 06, Desa Karangan, Kecamatan Badegan tersebut sehari-harinya mengandalkan bantuan dari desa dan warga sekitar. 


Lebih miris lagi, untuk minum, Poniran dan Sami harus menadah air hujan yang disimpan dalam botol. Tampak botol tersebut sudah kekuningan.


Hidup Poniran dan Sami memang jauh dari kata layak. Selama ini, keduanya tinggal di ukuran 3x4 meter berdindingkan bambu dengan atap asbes yang nampak sudah reyot. Sedangkan lantainya masih berupa tanah.


Poniran dan Sami hanya bisa mencari kayu bakar di hutan untuk dijual maupun keperluan memasak. Sebab, keduanya penyandang disabilitas tuna wicara.


Somirin, Ketua RW setempat, mengatakan selama ini Poniran dan Sami memang belum tersentuh bantuan. 


Karena itu, ia berharap ada dermawan yang mamu memberi bantuan supaya Poniran dan Sami paling tidak punya tempat tinggal yang layak.


"Saya berharap, semoga ada yang memberi bantuan supaya hidup dan rumahnya layak seperti warga lainnya," harapnya.


Semantara itu, Kepala Dusun Jaten, Kateno mengungkapkan selama ini pihaknya bersama aparat desa mengupayakan bantuan sembako untuk Poniran dan Sami. "Setiap bulan sudah kita jatah," ungkapnya.


"Namun hubungannya dengan rumah itu sampai sekarang sudah kita usulkan. Cuma sampai sekarang belum terealisasi untuk bedah rumahnya. Maka dari itu, dari pihak pemerintahan nantinya mohon dengan hormat dan lagi sangat untuk memikirkan Sami dan Poniran untuk menindaklanjuti rumahnya yang sudah reyot ini," harapnya.


"Kalau untuk listrik ini dibantu dari lingkungan secara swadaya dan tidak membayar. Kabel sama setrumnya yang membayar lingkungan," tukasnya. (nov/rev)

Next article Next Post
Previous article Previous Post