Jamaah Indonesia Terkesan dengan Pengaturan Umroh di Tanah Suci

Jamaah Indonesia Terkesan dengan Pengaturan Umroh di Tanah Suci

 

Jamaah Indonesia Terkesan dengan Pengaturan Umroh di Tanah Suci


Jamaah umroh asal Indonesia yang tiba di Arab Saudi pekan ini mengaku bahagia bisa kembali ibadah umrah di Tanah Suci. 


Keputusan Kerajaan melonggarkan larangan umrah membuat jemaah dari seluruh dunia dapat melakukan ritual dan mengunjungi Masjid Nabawi dalam kondisi ketat.


“Saya merasa seperti saya salah satu yang terpilih, mengingat batasan yang ditetapkan karena pandemi. Rasanya seperti mengalami pencerahan yang mendalam,” kata Budi Firmansyah yang tiba di Makkah bersama rombongan dari Perhimpunan Penyelenggara Haji dan Umrah Indonesia (AMPHURI), Selasa (3/11/2020) lalu.


Firmansyah awalnya akan memimpin kelompok jamaah pada 29 Februari, tetapi pembatasan virus corona menyebabkan perjalanan dibatalkan.


“Saya merasakan rasa hormat lebih dalam dibandingkan dengan pertama kali saya tiba di Makkah pada awal 1990-an. Saya sangat kagum saat itu, tapi kali ini saya lebih kagum. Ini akan menjadi momen terbaik untuk melakukan ritual," ujarnya kepada Arab News.


Ia mengatakan semua jemaah wajib menjalani karantina selama tiga hari pada saat kedatangan. “Saya sekarang menikmati pemandangan menara Masjidil Haram dari kamar hotel saya sebelum kita memulai umrah pada hari Jumat,” tambah Firmansyah.


Ita Puspitawati Jayadi, seorang pengusaha wanita, mengaku tak percaya dengan keberuntungannya saat mengetahui akan berangkat ke Makkah.


“Saya merasa sangat diberkahi bisa menunaikan umrah. Ini seperti mimpi yang jadi kenyataan,” katanya.


Dia akan berangkat pada 8 November dengan seorang rekan perempuan dari biro perjalanan umrahnya, dan berharap untuk melihat peraturan baru yang diterapkan oleh Arab Saudi untuk memfasilitasi jamaah perempuan.


"Ada banyak teman dan klien wanita yang mengatakan kepada saya bahwa mereka ingin mendengar pengalaman saya sebagai peziarah wanita dalam situasi saat ini," kata Jayadi.


Dia mengatakan bahwa pemerintah Indonesia dan Saudi melakukan yang terbaik untuk melindungi para peziarah.


Firmansyah mengatakan otoritas Saudi telah membuat pengaturan yang "mengesankan" untuk melindungi para peziarah. Dia juga melihat sekelompok petugas imigrasi wanita di bandara. “Ini adalah pertama kalinya saya melihat pasukan imigrasi Saudi yang semuanya perempuan,” katanya.


Saat Umrah dilanjutkan, kurang dari setengah dari 56.000 orang Indonesia yang berencana melakukan perjalanan ke Mekkah akan diizinkan melakukan perjalanan karena batasan saat ini.


“Kami memperbarui daftar mereka yang berada di braket 42 persen. Hambatan utamanya adalah keluarga dengan orang tua atau pasangan lansia yang tidak dapat bepergian bersama karena banyak dari mereka berusia di atas 50 tahun,” kata Ketua AMPHURI Firman M. Nur.


Dia menyampaikan terima kasihnya kepada pemerintah Saudi karena telah melanjutkan umrah bagi jemaah internasional dan "memilih Indonesia sebagai salah satu dari sedikit negara pertama yang diizinkan untuk mengirim jemaah."


Muharom Ahmad, sekretaris Masyarakat Operator Tur Haji dan Umrah Indonesia, mengatakan bahwa sebagian besar dari mereka yang sekarang bepergian ke Makkah terlibat dalam sektor umrah. 


Pihaknya juga akan mengamati semua perubahan prosedur sebelum menyesuaikan paket perjalanan dan memperbarui calon jamaah dalam peraturan baru.


“Kami ingin memastikan bahwa kami mengetahui secara langsung aturan baru untuk melaksanakan umrah sehingga kami dapat menyampaikan informasi yang benar kepada klien kami,” ujarnya.

Next article Next Post
Previous article Previous Post