Gadis Ini Berhasil Menghafalkan Alquran 30 Juz dalam 9 Hari, Begini Rahasianya

Gadis Ini Berhasil Menghafalkan Alquran 30 Juz dalam 9 Hari, Begini Rahasianya

author photo

 

Gadis Ini Berhasil Menghafalkan Alquran 30 Juz dalam 9 Hari, Begini Rahasianya


Janji Allah SWT akan mempermudah menghafal Alquran sudah banyak terbukti. Ini sebagaimana ditegaskan dalam surat Al-qamar ayat 22: 


وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ 


“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Alquran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” 


Adalah Dina Rahmadyanti, hafizah Alquran 30 juz, yang mengkhatamkan hafalan Alqurannya dalam waktu sembilan hari. 


Ia mampu menghafal Alquran sampai empat juz per hari. Kelancaran hafalan Alquran Dina pun telah diuji dan mendapatkan sertifikat dengan predikat terbaik.


Dina, panggilan akrabnya, memang memiliki cita-cita sebagai hafizah Alquran. Bagi Dina, menghafal Alquran adalah bukti kecintaan dan kebaktiannya kepada kedua orang tua. Ia mengaku termotivasi dengan hadis Nabi yang memuliakan orang tua yang anaknya hafal Alquran. Dalam hadis disebutkan, orang tua yang anaknya hafal Alquran akan diberi hadiah berupa mahkota dari cahaya yang terang melebihi sinar matahari. (HR Hakim).


"Saya jarang bertemu orang tua. Untuk mengobati kerinduan kepada orang tua, saya lepaskan dengan membaca Alquran. Mudah-mudahan dengan hafalan Alquran ini, bisa memberi syafaat kepada orang tua dan mengumpulkan kami di surga," tutur Dina.


Hafal Alquran adalah cita-cita terbesar orang tua Dina. Orang tua Dina sempat mendapatkan diskriminasi karena menyekolahkan anaknya ke pesantren. 


"Orang tua kadang dihina, kok anaknya dimasukkan ke pesantren. Apa tidak mau mengurus anak lagi? Pesantrennya pun jauh. Banyak yang bilang kalau orang tua hanya ingin buang anak ke sini," ujar Dina berkisah.


Keluarga Dina sebenarnya bukanlah orang berada. Kedua orang tuanya hanya menempati sebuah kios sekaligus membuka usaha fotokopi. 


Keduanya bekerja keras membanting tulang untuk menyekolahkan anaknya ke pesantren. 


Dina disekolahkan jauh-jauh di Pesantren Terpadu Insan Cendekia Boarding School (ICBS) di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat. 


Mereka percaya, ada berkah menghafal Alquran yang akan dibawa oleh anaknya jika bersekolah di sana.


"Orang tua tinggalnya jauh di Bekasi. Tiga tahun sekolah di sini, baru tiga kali bertemu. Yang pertama waktu mengantar sekolah ke sini, yang kedua waktu mengantar adik yang juga sekolah di sini. Dan, yang ketiga, baru beberapa bulan yang lalu," ujar gadis kelahiran Bekasi, 4 Maret 2001 ini.


Putri dari pasangan Rahmad Salmi (ayah) dan Yanti Novita (ibu) ini mengisahkan, ia sempat lulus seleksi untuk ikut program studi komparatif ke Malaysia yang digelar pihak sekolah. Namun, ia lebih memilih untuk bertemu orang tua dibanding ikut program tersebut. Itulah pertemuan ketiganya dengan orang tua. Baginya, bertemu kedua orang tua adalah momen paling mahal dalam hidupnya.


Ketika bersekolah di SMP IT ICBS Sumatra Barat, Dina berkesempatan mengikuti program Daurah Tahfizul Qur'an. 


Awalnya, ia mengaku tak bisa ikut karena tak memiliki dana. 


"Untuk ikut program Daurah Tahfidz bayarnya Rp 2 juta. Walau lulus seleksi, saya tidak bisa ikut. Tapi, besoknya saya dikabari tetap boleh ikut," katanya. 


Kendati Dina terlambat satu hari dari rekan-rekannya, ia berhasil mengejar ketertinggalannya. 


Hanya dalam waktu sembilan hari, Dina mampu mengkhatamkan Alquran 30 juz. Ia ingin membuktikan ayat Alquran surat Al-Qamar di atas. 


"Intinya kita sungguh-sungguh dan ikhlas dalam menghafal. Metode yang diajarkan kita pilih saja salah satu mana yang cocok bagi diri kita," ujarnya menjelaskan. 


Menurut Dina, ketika seseorang mengikhlaskan niat dan hatinya untuk menghafal Alquran, akan ada tuntunan ghaib dari Allah yang akan memudahkannya menghafal. Dina meyakini, tidak ada metode khusus untuk menghafal. Metode terbaik adalah apa yang diilhamkan Allah melalui kesungguhan seseorang dalam menghafal. 


"Kalau metode saya menghafal, saya membacanya berulang-ulang dan dibaca juga terjemahannya. Untuk memudahkan menghafal kata, bisa dicari perumpamaan-perumpamaannya dengan kata-kata dalam bahasa Indonesia. Setelah dipahami, baru dihafal. Ini lebih cepat dan efektif," kata Dina menjelaskan.


Hafizah yang bercita-cita menjadi guru ini mengaku pernah jenuh dalam menghafal. Selama sembilan hari mengikuti daurah dengan kegiatan monoton tentu sangat lelah den jenuh. Namun, Dina punya "benda sakti" yang akan membakar semangatnya. 


"Saya selalu bawa foto orang tua. Itu benda sakti bagi saya. Ketika melihat foto itu, terbayang kesusahan orang tua untuk menyekolahkan saya di sini. Kasihan sekali mereka yang sudah menyekolahkan jauh-jauh di sini dan bayar mahal, tapi anaknya tidak berhasil," ujarnya. Seketika itu jua, semangat Dina pun terbakar dan motivasinya meluap-luap untuk segera menyelesaikan hafalan Alquran.


Setelah sembilan hari ia merampungkan hafalan Alqurannya, Dina pun dinobatkan sebagai wisudawan hafizah Alquran 30 juz terbaik. Sayangnya, saat wisuda, orang tuanya tak bisa menghadiri. Ia paham, orang tuanya tinggal sangat jauh dan butuh biaya mahal untuk datang. Walau tak dimungkiri, memang tebersit kesedihan di hati gadis belia ini untuk menyaksikan wajah bangga orang tuanya yang menyaksikannya diwisuda.


"Tidak apa-apa tidak datang (wisuda). Kan ongkosnya mahal. Yang penting bisa teleponan tiap minggu," ucapnya.


Setiap kali berbicara lewat telepon, Dina selalu mendapat nasihat dari sang orang tua. "Pesan beliau terus jaga dan ulang hafalannya, jangan sombong, jadi anak yang rendah hati. Beri semangat adik yang juga sekolah di sini untuk berprestasi," ujarnya. 


Orang tua Dina sering mengatakan, terbayar sudah semua cacian dan hinaan orang kepada mereka karena menyekolahkan anaknya ke pesantren. Dina berhasil membuktikan dengan prestasinya lewat menghafal Alquran. "Tak pernah terbayangkan di keluarga kami bisa menghafal Alquran 30 juz. Sekarang ternyata bisa," kata Dina.

Next article Next Post
Previous article Previous Post