Soal Film Gus Muwafiq, Buya Yahya: Ini Merendahkan, Radikal tak Ada Hubungan dengan Cadar

Soal Film Gus Muwafiq, Buya Yahya: Ini Merendahkan, Radikal tak Ada Hubungan dengan Cadar

 

Soal Film Gus Muwafiq, Buya Yahya: Ini Merendahkan, Radikal tak Ada Hubungan dengan Cadar


Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah -Cirebon- Yahya Zainul Ma’arif atau Buya Yahya angkat bicara terkait kontroversi film pendek yang berjudul ‘My Flag Merah Putin vs Radikalisme yang diunggah oleh akun NU Chanel di YouTube.


Buya Yahya mengatakan, jika film yang diperankan oleh Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq itu, bertujuan untuk menanamkan sikap patriotisme dan nasionalis, maka film itu bertujuan baik.


“Saya tidak melihat utuh film itu seperti apa. Akan tetapi dari cuplikan itu yang diceritakan sepertinya ada yang dituju yaitu ada yang ingin menanamkan kepada bangsa ini generasi ini adalah jiwa patriotis dan jiwa nasionalis dan cinta kepada negeri, dan semangat membela bangsa.” Ucap Buya Yahya, Rabu (28/10).


Akan tetapi, menurut Buya Yahya sebuah kebaikan itu harus dijalankan oleh orang-orang yang bijak. Sehingga tujuan untuk kebaikan itu tidak menyingung pihak lain.


“Makna bijaknya begini, kalau ambil ikan, kalau bisa airnya jangan keruh. Kalau ingin selesaikan masalah, jangan hadirkan masalah.” Ujar Buya Yahya.


Dia menjelaskan, maksud film itu baik. Hanya saja, caranya yang salah. Yang man ada degan membuka paksa cadar. Dia menyayangkan dalam film itu cadar dijadikan contoh sebagai pihak yang radikalisme.


“Kita melihat ada cadar yang dibuka paksa. Kenapa harus pakai cadar (dalam film) itu. Kenapa cadar yang dijadikan contoh. Barangkali ini adalah nasihat yang membuat film. Buatlah film yang tidak ada satupun warga Indonesia yang tidak tersinggung. Itu baru anda bijak.” Ujar Buya Yahya.


Dia menjelaskan, sekarang ada ribuan muslimah di tanah air yang mengenakan cadar. Sehingga film itu ikut melukai mereka.


“Jangan sampai merasa pakai cadar dianggap sebagai sesuatu pelaku amoral, atau pelaku yang tidak benat atau pelaku radikal, ini yang salah. Karena kita menemukan wanita bercadar (banyak) dengan kelembutan. Dan itu sah pakai cadar.” Ucapnya.


Buya Menyarankan yang memproduksi film tersebut agar memotong adegan soal cadar.


“Saran kami yang adegan seperti itu dipotong dulu. Yang menampilkan cadarnya dicabut dibanting dan sebagainya ini merendahkan. Radikal itu tidak ada hubungannya dengan cadar.” Pungkas Buya Yahya.

Next article Next Post
Previous article Previous Post