Raja Salman dan Anaknya Divonis Hukuman Mati

Raja Salman dan Anaknya Divonis Hukuman Mati

Raja Salman dan Anaknya Divonis Hukuman Mati



Pengadilan Houthi di Yaman menjatuhi hukuman mati pada 10 orang, termasuk Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz; dan Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman.  


Pengadilan Yaman menjatuhkan hukuman mati pada 10 orang dianggap bertanggung jawab dalam kasus serangan udara 2019 oleh koalisi pimpinan Saudi di sebuah bus sekolah di kota Dhahyan yang menewaskan 51 warga sipil, termasuk 40 anak. 

 

Dilansir Daily Star, sidang pengadilan yang dipimpin oleh Hakim Riyadh Al-Razami, menjatuhkan hukuman mati secara in absentia terhadap Presiden AS Trump, Raja Salman, Putra Mahkota MbS, Komandan Angkatan Udara Saudi Turki bin Bandar bin Abdulaziz dan Presiden Yaman Abedrabbo Mansour Hadi. 

        

Hukuman mati juga dijatuhkan terhadap Wakil Presiden Yaman Ali Mohsin Al-Ahmar, Perdana Menteri Ahmed bin Dagher, Menteri Pertahanan Muhammad Al-Maqdishi dan mantan Menteri Pertahanan AS James Mattis. 


Berdasarkan putusan yang dikeluarkan dalam sidang yang dipimpin oleh Ketua Pengadilan Hakim Riyadh al-Ruzami, para terpidana wajib membayar denda sebesar US$10 miliar kepada keluarga korban. 


Seperti diketahui, Yaman telah menjadi korban parah selama enam tahun perang. Pemerintah negara Yaman sendiri telah memerangi Houthi yang didukung Iran sejak 2014, ketika mereka berhasil merebut sebagian besar bagian utara negara dan ibu kota, Sana’a. 


Koalisi militer yang dipimpin Saudi melakukan intervensi di pihak pemerintah pada tahun berikutnya. 

 

Houthi mulai mengadakan sidang pengadilan untuk pejabat pemerintah yang diakui secara internasional beberapa tahun yang lalu, dan telah menyerukan hukuman mati lebih dari satu kali. 


Mahkamah Agung Pemerintah Yaman memutuskan pada 2018 bahwa pengadilan pidana yang dijalankan Houthi ditutup dan semua keputusan yang dikeluarkan oleh mereka dianggap batal demi hukum. 


Lebih dari 100.000 orang, kebanyakan warga sipil, telah tewas dan jutaan lainnya mengungsi. PBB menyebut konflik Yaman sebagai bencana kemanusiaan terburuk di dunia.   

Next article Next Post
Previous article Previous Post