Doa dari Rasulullah untuk Para Pejabat yang Menyulitkan Umatnya

Doa dari Rasulullah untuk Para Pejabat yang Menyulitkan Umatnya

Doa dari Rasulullah untuk Para Pejabat yang Menyulitkan Umatnya



Saat ini ramai gelombang protes terhadap pengesahan UU Cipta Kerja yang disahkan oleh para pejabat DPR RI dan pemerintah. 


Kebijakan para pejabat negara ini dianggap merugikan dan menyusahkan masyarakat dan kalangan pekerja. 


Islam tidak hanya mengatur urusan ibadah vertikal (habluminallah, namun juga sangat memperhatikan urusan muamalah (habluminannas). 


Itu sebabnya, Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam telah mengingatkan umatnya agar menjauhi perkara dzalim, Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam menyampaikan pesan khusus kepada para pejabat agar berlaku adil dan amanah. 


Dalam Hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, beliau berdoa: 


اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ هَذِهِ أُمَّتِي شَيْئاً فَرَفَقَ بِهِمْ، فَارْفُقْ بِهِ. وَمَنْ شَقَّ عَلَيْهَا فَاشْفُقْ عَلَيْهِ 


Artinya: "Ya Allah, siapa saja yang memimpin (mengurus) urusan umatku ini, yang kemudian ia menyayangi mereka, maka sayangilah dia. Dan siapa saja yang menyusahkan mereka, maka susahkanlah dia". (HR. Muslim No 1828) 


Doa Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam di atas menyiratkan dua tipikal pejabat yang akan selalu mengisi kehidupan ini, ada pejabat yang menyusahkan rakyatnya dan ada pula yang memudahkan mereka. 


Pejabat yang memudahkan rakyatnya akan mendapatkan doa kemudahan dari beliau, sebaliknya, pejabat yang menyusahkan rakyatnya akan mendapatkan doa supaya ia disusahkan. 


Kemudahan dan kesusah an yang dimaksud dalam hadis tadi bersifat umum, mencakup dunia akhirat. 


As-Shan'ani berkata, "Kesusahan dalam hadis, mencakup kesusahan duniawi dan ukhrawi," diantara bentuk kesusahan yang akan diterima oleh pejabat disebutkan dalam hadis lain. 


Rasulullah bersabda, "Siapa yang diamanahi mengurusi umatku lalu menyusahkan mereka, maka baginya Bahlatullahi? Para sahabat bertanya, apakah itu Bahlatullahi? Rasulullah menjawab, "Laknat Allah." (HR Abu Awanah dalam kitab sahihnya). ** 

Next article Next Post
Previous article Previous Post