Dijanjikan Rp 200 Ribu Perhari, Penggali Makam Covid-19 Belum Terima Upah Sepeserpun

Dijanjikan Rp 200 Ribu Perhari, Penggali Makam Covid-19 Belum Terima Upah Sepeserpun

Dijanjikan Rp 200 Ribu Perhari, Penggali Makam Covid-19 Belum Terima Upah Sepeserpun


Sempat dijanjikan akan menerima upah sebesar Rp 200 ribu setiap harinya, hingga kini para penggali makam Covid-19 di Pekanbaru belum juga menerima upah yang dijanjikan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru tersebut.

Supanzen, salah seorang penggali makam untuk pasien yang meninggal dunia karena Covid-19 membenarkan hal tersebut.

"Memang betul, dari awal bulan Maret sampai sekarang belum ada diterima. Awalnya dijanjikan perhari itu dapat Rp 200 ribu," ungkapnya, Senin (5/10/2020).

Supanzen menerangkan ia sebelumnya pernah menanyakan haknya dan hak teman-temannya tersebut kepada Dinas Perkim Pekanbaru namun hingga kini janji tersebut belum dibayarkan.

"Mereka (Dinas Perkim) bilang sudah diusahakan, cuma sampai sekarang belum ada terealisasi," jelasnya.

Lanjutnya, ia tak menuntut Pemko Pekanbaru harus membayarkan jumlah keseluruhan upahnya sejak ia ditugaskan menggali makam untuk pasien Covid-19 yang meninggal.

Tentu hal tersebut sangat miris dikarenakan pekerjaan mereka sendiri tidak mengenal waktu, bahkan di kala tengah malam hari pun mereka harus siap memakamkan pasien yang meninggal.

"Ini berhubungan dengan nyawa, gak harus segitu (upah yang dibayar) yang penting adalah (yang dibayarkan)," pungkasnya.
Next article Next Post
Previous article Previous Post