Di Arab Saudi, Tenaga Medis Meninggal Karena COVID-19 Dapat Santunan Rp 2 Miliar

Di Arab Saudi, Tenaga Medis Meninggal Karena COVID-19 Dapat Santunan Rp 2 Miliar

author photo

 

Di Arab Saudi, Tenaga Medis Meninggal Karena COVID-19 Dapat Santunan Rp 2 Miliar


Pemerintah Arab Saudi memiliki komitmen kuat untuk mendukung "tentara" mereka yang berjuang melawan pandemi COVID-19. 


Hal itu terbukti dari kebijakan pemerintah setempat, yang memberikan santunan sebanyak 500 ribu riyal atau sekitar 2 miliar rupiah, ke keluarga tenaga medis yang meninggal akibat corona.  


Seperti diketahui, pandemi virus corona telah merenggut jutaan nyawa orang di seluruh dunia. 


Sebagian dari mereka adalah tenaga medis, yang merupakan garda terdepan untuk melawan pandemi mematikan ini.  


Kematian tenaga medis tak hanya terjadi di Indonesia namun juga di negara-negara lainnya. Tak terkecuali di Arab Saudi. Pemberian santunan tersebut berlaku bagi mereka yang bekerja di sektor publik dan swasta, sipil atau militer. 


Tak hanya itu, santunan ini berlaku bagi semua penduduk di sana tak terkecuali yang memiliki kewarganegaraan asing.  


Kebijakan ini berlaku bagi mereka yang mencatat infeksi pertama sejak 2 Maret 2020. 


Dalam perjuangan melawan pandemi, Arab Saudi juga telah kehilangan sejumlah petugas kesehatan. Mereka mengalami komplikasi setelah tertular COVID-19.   


Untuk menangani pandemi ini, Arab Saudi telah mendayagunakan sumber daya yang mereka miliki. 


Kementerian Kesehatan di sana telah menyediakan staf medis dengan semua jenis dukungan, peralatan medis, dan lingkungan kesehatan yang disterilkan untuk menangani pandemi.  


Sementara itu, pada Selasa (27/10), kementerian mencatat 16 kematian baru dan 399 kasus baru virus korona baru, sehingga jumlah total pasien yang tertular penyakit itu menjadi 345.631. 


Secara keseluruhan, Arab mencatat angka kematian akibat virus ini sebanyak 5.329.  


Baru-baru ini, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah menerbitkan lebih dari 650.000 izin umrah elektronik selama pandemi. Jumlah izin tersebut adalah yang tercatat hingga 23 Oktober 2020.  


Dikutip dari Arab News, ini merupakan bagian dari dimulainya kembali umrah secara bertahap dan akan memasuki fase ketiga. Setiap harinya, 20.000 jamaah diizinkan melaksanakan umrah dengan protokol kesehatan ketat untuk mencegah penularan virus corona. 

Next article Next Post
Previous article Previous Post