Aidit Sebut Nantinya Tak Akan Ada Lagi Pancasila, Begini Reaksi Soekarno

Aidit Sebut Nantinya Tak Akan Ada Lagi Pancasila, Begini Reaksi Soekarno

 

Aidit Sebut Nantinya Tak Akan Ada Lagi Pancasila, Begini Reaksi Soekarno


Presiden pertama Sukarno marah atas pidato Ketua CC PKI DN Aidit pada Mei 1964. 


Sebab Aidit menilai Pancasila mungkin untuk sementara dapat mencapai tujuannya sebagai faktor penunjang dalam menempa kesatuan dan kekuatan Nasakom.


Begitu Nasakom menjadi realitas, Aidit menganggap Pancasila dengan sendirinya tak akan ada lagi.


“Presiden Sukarno marah besar mendengar pidato Aidit seperti itu. Bung Karno memerintahkan jajarannya agar 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila. Peringatan berhasil dilaksanakan pada 1 Juni 1964 dan Presiden Sukarno berpidato “Pancasila Sepanjang Masa” sebagai antitesis pidato Aidit,” ungkap Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah.


Hal itu disampaikan Basarah saat seminar daring bertajuk “Pancasila Dalam Gotong Royong Menuju Indonesia Maju”, Senin (8/6/2020).


Ia mengatakan, “Sejak saat itu, hari lahirnya Pancasila selalu diperingati. Tapi pada 1970 peringatan dilarang, padahal 1 Juni 1968, Soeharto masih berpidato peringatan Hari Lahir Pancasila.”


Menurut Basarah, Pancasila sepatutnya tetap langgeng dan lestari walau rezim pemerintahan berganti. Basarah menyatakan ideologi Pancasila ditetapkan dalam meja statis.


“Dalam meja ini lah semua sejajar. Berdiri sama tinggi, duduk sama rendah. Itulah pancasila sebagai meja statis. Pancasila juga berfungsi menjadi bintang pemimpin, menjadi kompas atau panduan,” ucap Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tersebut.

Next article Next Post
Previous article Previous Post