Viral Musala di Tangerang Dicoret-coret 'Saya Kafir' 'Anti Islam' Hingga Al-Quran Disobek-sobek

Viral Musala di Tangerang Dicoret-coret 'Saya Kafir' 'Anti Islam' Hingga Al-Quran Disobek-sobek

Viral Musala di Tangerang Dicoret-coret 'Saya Kafir' 'Anti Islam' Hingga Al-Quran Disobek-sobek


Beredar video yang viral di media sosial yang memperlihatkan musala di Tangerang dicoret-coret oleh orang tak dikenal.

Dalam video berdurasi dua menit tersebut terlihat tembok, lantai, tulisan kaligrafi, sajadah hingga Al-Quran dicoret-coret dengan cat pilok berwarna hitam.

Adapun coret-coretan tersebut berisi ujaran yang rawan menimbulkan provokasi terkait isu sara seperti "saya kafir", "anti islam", dan "anti khilafah".

Diketahui peristiwa tersebut terjadi di Musala Darussalam Perumahan Elok, Kelurahan Geram, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten pada Selasa 29 September 2020.

Salah satu yang turut membagikan di Instagram ialah akun bernama @ndorobeli. Video itu pun sudah ditonton lebih dari 100.000 kali.

Terkait kejadian itu, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi membenarkan bahwa akan adanya kejadian itu.

Viral Musala di Tangerang Dicoret-coret 'Saya Kafir' 'Anti Islam' Hingga Al-Quran Disobek-sobek


Pihaknya pun langsung bergegas untuk mendalami kejadian tersebut.

“Iya benar, ada kejadian pencoretan dan Kapolresta Tangerang masih di lokasi untuk mendalami kasus tersebut,” kata Kombes Pol Edy sebagaimana dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari RRI.

Pasca dilakukan pemeriksaan, pihak kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti seperti Al-quran yang dicoret-coret, potongan Al-Quran yang disobek-sobek, potongan sajadah yang digunting dan botol pilok bekas menyemprot tembok.

Atas kejadian tersebut, polisi akan terus melakukan pemeriksaan dan belum diketahui motif dari pencoretan itu.

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tangerang mengutuk aksi coret-coret Musala dan sobek Al-Quran.

Hal tersebut disampaikan Ketua MUI Kabupaten Tangerang, KH Ues Nawawi Gofar. Ia pun meminta polisi mengusut tuntas perbuatan yang tidak dapat ditolerir itu.

“Tentu kita berharap harus diusut tuntas, jangan sampai berkembang ke mana-mana,” ujarnya.

Ia berharap penegak hukum betul-betul mencari pelaku dan memproses untuk diketahui motifnya. Sekali lagi ia mengatakan jangan sampai berimbas ke hal-hal lain.
Next article Next Post
Previous article Previous Post