Wewangian Yang Dibakar di Masjidil Haram Itu Bukan Dupa, Tapi Gaharu

Wewangian Yang Dibakar di Masjidil Haram Itu Bukan Dupa, Tapi Gaharu

Wewangian Yang Dibakar di Masjidil Haram Itu Bukan Dupa, Tapi Gaharu


Merdekadotcom menuliskan judul di akun IG-nya, “Sambut Idul Adha, Asap Dupa Selimuti Masjidil Haram.”

Padahal, yang di bakar di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi adalah oud atau gaharu yang dibakar di atas arang (coal), atau fahm dalam bahasa Arab.

Sedangkan ⁣⁣dupa, kemenyan atau hio sembahyang itu berbahan baku bubuk kayu cendana.

Bentuknya juga beraneka ragam, ada yang berupa lidi (paling masyhur), kerucut, bunga dan lainnya.

melansir dari wikipedia.com, Dupa dapat terbagi menjadi "pembakaran langsung" dan "pembakaran tidak langsung" tergantung bagaimana dupa digunakan.

Dalam budaya Arab, Menggunakan kayu gaharu dengan cara dibakar langsung itu sangat wajar dan lumrah

Namun sebagian orang Indonesia menyalahartikan sebagai klenik, syirik dan sejenisnya. ⁣⁣

Hal ini karena dupa biasa digunakan untuk klenik atau ritual agama lain di Indonesia.

Sehingga terkesan bahwasanya Islam di Arab menggunakan bahan klenik. ⁣

Di Arab juga terdapat sejenis dupa lidi, dalam mustholah lain disebut bukhur hiim بخور هيم. Disebut hiim karena asalnya dari bubuk yang dipadatkan.

Adapun yang dibakar di Masjidil Haram bukan bukhur hiim, tetapi oud atau gaharu. ⁣

Atau menurut KBBI, adalah sejenis luban atau kemenyan yang paling berkualitas berasal dari Afrika atau Oman. ⁣

Di Saudi sendiri, kemenyan juga didatangkan dari Indonesia dengan nama Luban Jawi atau Al-Jaawi yang merujuk ke pulau Jawa. ⁣

Semoga mencerahkan pembaca semuanya.
Next article Next Post
Previous article Previous Post