Hati-hati, Pakai Kata 'Anjay' Bisa Bikin Kamu Berurusan dengan Hukum

Hati-hati, Pakai Kata 'Anjay' Bisa Bikin Kamu Berurusan dengan Hukum

Hati-hati, Pakai Kata 'Anjay' Bisa Bikin Kamu Berurusan dengan Hukum


Komisi Nasional Perlindungan Anak Komnas PA serius menanggapi Lutfi Agizal yang terus menggembor-gemborkan untuk berhenti mengucapkan kata "anjay".

Lutfi menilai bahwa perkataan itu tak pantas disebutkan oleh anak-anak lantaran ada sejumlah anak yang terekam asyik mengucapkan kata "anjay".

Berdasarkan hasil wawancaranya dengan seorang pakar bahasa, Lutfi menyimpulkan bahwa kata tersebut memiliki makna kasar.

Ketua Komnas PA (Komisi Nasional Perlindungan Anak) Arist Merdeka Sirait, meminta masyarakat berhenti menggunakan kata "anjay" karena berpotensi dipidana.

"Ini adalah salah satu bentuk kekerasan atau bullying yang dapat dipidana, baik digunakan dengan cara dan bentuk candaan. Namun jika unsur dan definisi kekerasan terpenuhi sesuai dengan ketentuan Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, tindakan itu adalah kekerasan verbal. Lebih baik jangan menggunakan kata 'anjay'. Ayo kita hentikan sekarang juga," kata Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (29/8/2020).

Menurut Arist, kata "anjay" bisa sebagai pengganti ucapan bermakna kagum, sehingga tak mengandung unsur bullying.

"Misalnya 'waoo... keren', memuji salah satu produk yang dilihatnya di media sosial diganti dengan istilah 'ANJAY' untuk satu aksi pujian ini tidak mengandung kekerasan atau bully di mana istilah tersebut tidak menimbulkan ketersinggungan, sakit hati, dan merugikan sekalipun," ucap Arist.

Tapi, jika kata "anjay" tersebut bermakna kata pengganti sebutan untuk hewan sehingga berpotensi merendahkan martabat seseorang, maka kata "anjay" tersebut mengandung unsur kekerasan verbal.

"Istilah tersebut adalah salah satu bentuk kekerasan verbal dan dapat dilaporkan sebagai tindak pidana," katanya.

Arist menuturkan pengalamannya di daerah Sumatera Utara dimana sesama sahabat saling berkata kasar seperti "anjing", tapi tidak ada ketersinggungan dan kemarahan sehingga tidak dianggap sebagai bentuk kekerasa
Next article Next Post
Previous article Previous Post