Surat Terbuka PNS Ke Jokowi: Apa Kami Bukan Rakyat Indonesia?

Surat Terbuka PNS Ke Jokowi: Apa Kami Bukan Rakyat Indonesia?

author photo
Surat Terbuka PNS Ke Jokowi: Apa Kami Bukan Rakyat Indonesia?


Kesulitan ekonomi ditengah wabah Corona Virus Disease (Covid-19) semakin membuat semua kalangan masyarakat menengah ke bawah merasa berat dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari khusus di wilayah dalam Provinsi Jambi.

Tekanan itu bukan hanya dialami oleh masyarakat menengah ke bawah bahkan yang hilang pekerjaan, tetapi di kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) juga merasakan dampaknya Corona sehingga salah satu perwakilan PNS di Kabupaten Sarolangun Jambi turut menyuarakannya melalui surat terbuka di Media Sosial (Medsos) kepada Presiden RI Jokowi.

Berikut surat terbuka yang di posting oleh salah satu PNS di Sarolangun Jambi dengan akun Facebook nya Suryadi Yed Inyiak, Selasa malam (11/5/2020).

Kepada Yth,
Bapak Ir. H. Joko Widodo Presiden RI.
Surat Terbuka :

Dear Bpk Presiden, Doa tulus dari Saya Seorang PNS di Kec. Sarolangun Kab. Sarolangun Provinsi Jambi, atas nama pribadi dan keluarga, kami mendo'akan agar bapak dan keluarga serta seluruh Menteri di jajaran kabinet Indonesia Kerja dalam keadaan Sehat Walafiat, serta sukses dalam menjalankan tugas dan aktifivitas untuk masyarakat seluruh indonesia.

Salam Hormat, Perkenalakan Pak.
Nama : Suryadi, S.Pt,
Pekerjaan : PNS Disparpora Kab Sarolangun.

Bapak Presiden yang saya muliakan, di tengah wabah Covid-19 di indonesia saat ini berbagai kebijakan, telah bapak keluarkan untuk menyelamatan rakyat indonesia melalui, BLT, PKH, BPNT dll, termasuk kebijakan listrik dan perbankan.

Dear bpk Presiden, lalu bagaimana nasib PNS yang berada di daerah pak...??

Apa kami bukan rakyat indonesia, apakah PNS di daerah ini semua berkecukupan.? Begitu banyak saat ini pemangkasan anggaran lewat kebijakan pusat demi penanganan Covid 19 pada dinas-dinas di daerah, lalu bagaimana nasib kawan-kawan PNS yang berda pada level terbawah pak presiden.

Sebagian, bahkan lebih gaji mereka sudah terpangkas oleh pinjaman di bank, baik bank swasta maupun bank pemerintah dan daerah, tapi bpk Presiden tak satupun bank yang peduli terhadap surat yang bapak instruksikan, bahkan di daerah kami, bank daerah, yg notabene langganannya adalah PNS, karena kami mau nabung dan minjam bahkan buat rekening karena setangah dipaksa oleh aturan, tapi sat ini tak ada keberpihakan terhdap kami yang PNS.

Ah pak, jika mau ada seribu satu cara untuk menolong para PNS ini minimal untuk tiga bulan kedepan.

Bantuan-bantuan sosial yang bpk luncurkan, tak juga mnyentuh PNS pak, jangan yang kelas Strata PNS nya tinggi pak, yang rendah saja pada level golongan I dan II tak ada mendapatkan apa-apa dari program dan bantuan itu.

Mau cari kerja tambahan nggk boleh pak, harus berada dirumah, jujur pak presiden saya pribadi dulu mencari rezeki tambahan dengan bekerja sebagai pemandu wisata dan sovir travel kendaraan sendiri. Dengan wabah virus ini sekarang tak ada wisatawan baik lokal maupun luar daerah yang datang, lalu bagaimana kwan-kawan kami yang lain pak yang punya anak kuliah, sekolah dan lain sebagainya pak.

Pak presiden yang mulia, suara kami PNS dibutuhkan oleh semua eleman pengambil kebijakan di negeri ini pak dalam hal politik, mulai dari Pilpres, Pilcagub, Pilbup, DPR , DPRD, DPD bahkan sampai pil kades, tapi setalah itu tak banyak yang peduli terhadap kami.

Jujur pak presiden, kami tak minta jatah beras, BLT dan PKH yang itu merupakan hak masyarakat lain, kami tau betul itu pak. tapi dari sisi listrik dan perbankan kami yakin bapak bisa.

Saat ini pak presiden, semua elemen jug punya hak hidup yang di atur oleh UDD 1945. honorer, PNS, pekerja lepas, buruh dan tani, tapi disisi lain honorer dan PNS level bawah seperti terabaikan.

Mungkin surat yang saya tulis ini pak, banyak menndapat cemooh, bahkan ejekan pak presiden, saya tak peduli pak, saya hanya menyuarakan apa yang kami rasa pak, lihat lah bagaimana para pedagang nasi dan warung makan menjadi sepi, PNS yang tak sempat masak karena suami isteri PNS tak dapat lagi membeli belanja disana.

Jika bpk marah, atau ada pihak lain yang marah saya siap lahir bathin pak, tak ada tedensi lain pak Presiden, kecuali menyurakan apa yang kawan-kawan PNS level bawah rasakan.

Apakah kawan-kawan PNS akan dibantu, setalah kami mati banyak.? Atau kami bersuara lantang dengan mikropon ditangan baru mendapat perhatian, atau kami PNS kelas bwah harus membuat kekacauan pak, biar semua pada kacau balau.

Wahai pengambil kebijakan negeri ini, kami manusia biasa, yang juga masih bisa menangis, tertawa dan marah. Wallahu alam bi sawab. Sarolangun, 19 Ramadhan 1441 H. Selepas Sholatnya Tarawih. #Presidenjokowi #Menkeusrimulyani.
Next article Next Post
Previous article Previous Post