Polisi Masih Buru Pelaku Lain Yang Menjual Daging Babi Mirip Sapi

Polisi Masih Buru Pelaku Lain Yang Menjual Daging Babi Mirip Sapi

Polisi Masih Buru Pelaku Lain Yang Menjual Daging Babi Mirip Sapi


Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Bandung Komisaris Besar Hendra Kurniawan mengatakan pihaknya masih memburu jaringan penjual daging babi yang diolah menyerupai daging sapi.

"Masih ada beberapa pelaku lain dan kita kembangkan sejauh mana pemasarannya," kata Hendra, Senin (11/5).

Saat ini Polresta Bandung telah mengamankan empat pengedar daging babi yang dijual seolah-olah daging sapi di wilayah Kabupaten Bandung. Keempat pelaku berinisial T (54), MP (46), AR (38), dan AS (39).

Mereka mengolah daging babi hingga menyerupai daging sapi dengan menggunakan boraks. Para pelaku kemudian dijerat dengan Pasal 91A jo Pasal 58 Ayat 6 Uu No 41 Tahun 2014 tentang peternakan dan kesehatan hewan, serta Pasal 62 Ayat 1 jo Pasal 8 Ayat 1 UU No 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Hendra menuturkan, pihaknya menyita 600 kilogram daging babi yang diolah mirip daging sapi dari tangan para pelaku.

"Sebanyak 500 kilogram yang masih utuh kita sita dari freezer. Kemudian yang 100 kilogram kita sita dari para pengecernya," ujarnya.

Lebih lanjut Hendra menuturkan, para penjual daging tersebut ada yang mengecerkan ke sejumlah pasar. Salah satunya di Pasar Majalaya. Selain itu, kata dia, ada juga penjual yang datang langsung ke kontrakan para tersangka.

"Disalurkan lewat pengecer. Tapi masyarakat tidak tahu (yang dijual daging babi)," katanya.

Hendra mengatakan sejauh ini para pelaku sudah menjalankan aksinya selama kurang lebih satu tahun.

Selama itu pula sudah ada sebanyak 63 ton daging babi menyerupai daging sapi yang beredar di masyarakat.

"Jadi secara fisik, daging babi ini lebih pucat, tapi kalau daging sapi ini lebih merah, jadi proses (boraks) daging babi ini menjadi lebih mirip, lebih merah seperti daging sapi," kata dia.

Polisi mengimbau masyarakat lebih berhati-hati atas modus penjualan daging babi yang menyerupai daging sapi di wilayah Kabupaten Bandung.

Baca Juga:


Sebab daging tersebut dijual lebih murah daripada daging sapi biasanya.
Next article Next Post
Previous article Previous Post