Mengaku Sudah Lelah, Sopir Bus Angkut Pemudik ke Grobogan Kabur saat Hendak Diperiksa

Mengaku Sudah Lelah, Sopir Bus Angkut Pemudik ke Grobogan Kabur saat Hendak Diperiksa

Mengaku Sudah Lelah, Sopir Bus Angkut Pemudik ke Grobogan Kabur saat Hendak Diperiksa


Bus pengangkut warga mudik dari Bali sempat kabur ketika dihentikan petugas untuk diperiksa dokumen dan kesehatan di kawasan hutan Geyer, Kecamatan Geyer, Grobogan, Jawa Tengah (Jateng) pada Kamis (7/5/2020) pagi. Polisi kemudian melakukan pengejaran hingga ke areal SPBU Toroh, Grobogan.

Bus Eka Kapti yang mengangkut 53 penumpang dari Bali ini sempat tidak mau berhenti saat akan diperiksa petugas kepolisian. Bus juga sempat dihentikan di depan Polsek Geyer, namun terus melaju hingga 3 kilometer dari lokasi pos pemeriksaan.

Petugas kepolisian kemudian memaksa sopir bus untuk balik kanan dan kembali ke pos pemeriksaan di tengah hutan Geyer. Sesampainya di pos pemeriksaan, seluruh penumpang dan sopir bus kemudian dicek semua dokumen perjalanan. Seluruh kartu tanda penduduk penumpang juga didata untuk pengecekan di lokasi desa masing-masing.

Sopir bus asal Bali Widi mengaku tidak tahu jika dihentikan petugas hingga dikejar. Seluruh penumpang yang dia antar merupakan pemudik asal Grobogan yang sudah selesai kontrak kerja di Bali. Selama perjalanan, Widi menjelaskan sudah diberhentikan sebanyak tiga kali untuk diperiksa kesehatan dan dokumen.

"Saya enggak tahu kalau dihentikan pak. Enggak kelihatan, saya lelah kayaknya. Tahu-tahu dikejar pak polisi tadi," ujar Widi, Kamis (7/5/2020).

Pemudik asal Grobogan Masrotun mengatakan, sudah empat bulan bekerja di Bali. Dia bersama rekan-rekannya terpaksa pulang kampung karena sudah tidak ada pekerjaan lagi di Bali. Dia sempat panik selama berada di Bali, karena takut tidak bisa pulang kampung. Namun, Masrotun dan rekan-rekannya mengaku lega bisa tiba di kampung halaman.

"Kita enggak boleh mudik, tapi di sana juga enggak ada kerjaan," ucapnya.

Sementara itu, Koordinator Lapangan Pos Pemeriksaan Pemudik Geyer, Grobogan Agus Sumarsono menjelaskan bahwa pemeriksaan ini merupakan tindak lanjut dari pendataan pemudik. Selain memeriksa Kartu Tanda Penduduk (KTP), petugas juga melakukan pemeriksaan suhu tubuh dan penyemprotan disinfektan.

"Tadi mereka sih bawa surat-surat dari tempat mereka kerja. Kalau mereka dipulangkan karena tidak ada pekerjaan," katanya.

Dia menjelaskan, dalam sehari ratusan pemudik sudah mulai membanjiri Kota Grobogan. Petugas semakin memperketat pengawasan bus atau kendaraan dari luar kota yang melintas. Seluruh penumpang ini kemudian diperbolehkan pulang, namun diwajibkan untuk isolasi mandiri di rumah.

Editor : Nani Suherni
Next article Next Post
Previous article Previous Post