Bocor! Begini Rayuan Luhut ke Bupati Konawe: 'Sudah Ker, Apa Yang Kau Minta Kita Siapkan'

Bocor! Begini Rayuan Luhut ke Bupati Konawe: 'Sudah Ker, Apa Yang Kau Minta Kita Siapkan'

Bocor! Begini Rayuan Luhut ke Bupati Konawe: 'Sudah Ker, Apa Yang Kau Minta Kita Siapkan'


Kabar akan masuknya 500 Tenaga Kerja Asing asal China ke Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara kini terus menuai sorotan tajam.

Maklum, kabar ini muncul di saat Indonesia sedang terdampak akibat Covid-19. Banyak perusahaan gulung tikar. Jutaan pekerja di rumahkan hingga di-PHK.

Kalau ini benar terjadi, tentu akan melukai hati pekerja Tanah Air yang di-PHK gegara corona.

Hal tersebut menimbulkan polemik lantaran telah melibatkan pejabat yang berada di ring 1 pemerintahan pusat, yakni Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut disebut-sebut sudah berani memberikan “jaminan” kepada Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa terkait status dan kondisi TKA China tersebut untuk bisa masuk ke Indonesia.

Kery tak segan-segan kini mempertanyakan janji Luhut yang sempat menjamin akan memberikan apapun yang ia minta berkaitan dengan rencana masuknya TKA China di Konawe tersebut.

Polemik ini pun sudah menjadi perbincangan di media. Dan meski telah tegas menyatakan sikap penolakannya soal rencana tersebut namun Luhut seolah justru “mengiming-imingi” dirinya dengan janji menggiurkan.

Kery yang terlanjur kecewa juga berani menyebut bahwa karena hingga saat ini tidak ada bantuan apapun yang diberikan oleh perusahaan tempat para TKA China bekerja, maupun dari pemerintah pusat.

Berbicara dalam program acara tvOne “Apa Kabar Indonesia Pagi” beberapa waktu lalu, Kery dengan gamblang menuturkan janji seperti apa yang telah disampaikan Luhut.

"Menko Maritim katakan 'Sudah Ker apa yang kau minta kita siapkan', tapi kenyataan juga sampai sekarang belum ada itu terima bantuan, bagaimana kita ini," ungkap Kery dengan menirukan penuturan Luhut kepadanya.

Bupati Konawe pun mengatakan pihaknya kini lebih memilih pengupayakan segala kebutuhan pengendalian dan antisipasi bertambahnya penyebaran COVID-19 yang dikhawatirkan dari TKA China itu secara mandiri.

"Sehingga sekarang saya bilang sudah kita tidak terima bantuan, kita belajar sendiri saja," ujar Kery.

"Sehingga saya harapkan pemerintah pusat kita kasih tenang dulu ini keadaan, semua kalau sudah normal mulai kita tempatkan lagi industri," kata dia.
Next article Next Post
Previous article Previous Post