Demi Ingin Mudik, Pria Ini Pura-pura Meninggal Dunia Diangkut Ambulans

Demi Ingin Mudik, Pria Ini Pura-pura Meninggal Dunia Diangkut Ambulans

author photo
Demi Ingin Mudik, Pria Ini Pura-pura Meninggal Dunia Diangkut Ambulans


Virus corona membuat pergerakan warga dibatasi, anjuran untuk melakukan aktivitas di rumah menjadi langkah mencegah penyebaran virus yang berasal dari Wuhan, China tersebut.

Bahkan beberapa negara telah memutuskan untuk lockdown, seperti India yang secara tegas melarang warganya untuk keluar dari rumah.

Bahkan aparat polisi India tak segan-segan untuk menghukum warganya yang masih nekat keluar rumah.

Nah, karena takut dihukum oleh polisi, seorang penduduk di sebuah kampung pedalaman Kashmir nekat mudik dengan carapura-pura meninggal dunia dengan diangkut mobil ambulans.

Seperti dilansir dari Berita Harian Nasional India, seorang penduduk iu bernama Hakim Din yang hendak mudik dari Kashmir ke wilayah Poonch.

Sebelumnya pria berusia 70 tahun ini memang sempat di rawat di rumah sakit di daerah Jammu, untuk menjalani perawatan karena mengalami cidera ringan di kepala.

Dia dapat ide gila itu dari seorang supir ambulans, yang menyarankan dia untuk pura-pura meninggal agar bisa melewati pos pemeriksaan polisi.

Demi Ingin Mudik, Pria Ini Pura-pura Meninggal Dunia Diangkut Ambulans


Ide konyol itu pun diterima, kemudian Hakim mengajak tiga temannya yang juga mudik ke wilayah Poonch, sebuah wilayah yang berbatasan dengan Pakistan.

Belum sampai ke kampung halaman, akal-akalan Hakim terendus polisi. Menurut Inspektur Polisi, Ramesh Angral, keempat pria yang diangkut oleh mobil ambulans ini sudah berkendara sejauh lebih dari 160 kilometer, dan melewati banyak pos pemeriksaan. Pasalnya selain pura-pura meninggal mereka juga bawa surat kematian palsu.

"Ambulans itu dihentikan di pos pemeriksaan terakhir dan polisi mendapati lelaki yang diselubungi kain dalam kendaraan itu kelihatan masih hidup," ujar Ramesh. Mereka kemudian ditangkap dan dikarantina secara terpisah. Mereka menghadapi tuduhan menipu dan melanggar aturan pemerintah terkait kebijakan lockdown.

India memberlakukan lockdown sejak 24 Maret 2020 hingga 21 hari kedepan, kasus corona di sana mencatat lebih dari 1.600 positif dengan angka kematian sebanyak 38 kasus. Namun sejak aturan lockdown ini berlaku, masih banyak warga pendatang di Kashmir yang terjebak dan tidak bisa pulang ke kampung halamannya.

Apalagi katanya di sana, akses internet juga dihentikan saat awal aturan lockdown berlaku, kini masyarakat India sudah bisa mengakses internet dengan layanan 2G.
Next article Next Post
Previous article Previous Post