Sunnah Yang Terlupakan: Mencium Kepala Atau Kening Orang Tua

Sunnah Yang Terlupakan: Mencium Kepala Atau Kening Orang Tua

author photo
Diantara sunnah yang terlupakan sekarang ini adalah mencium kening atau kepala orang tua. Sebagaimana mencium tangan orang tua, mencium di bagian keningnya adalah perbuatan mulia sebagai bentuk penghormatan dan kasih sayang kepada kedua orang tua.

Sunnah Yang Terlupakan: Mencium Kepala Atau Kening Orang Tua
Seorang anak muda di Palestina mencium kening ibunya setelah berhasil menyelesaikan kuliah (Source: Alnajjar.ps/)


Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits dari Aisyah Radhiyallahu anhuma, dia mengatakan:

وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَآهَا قَدْ أَقْبَلَتْ رَحَّبَ بِهَا ثُمَّ قَامَ إِلَيْهَا فَقَبَّلَهَا ثُمَّ أَخَذَ بِيَدِهَا فَجَاءَ بِهَا حَتَّى يُجْلِسَهَا فِي مَكَانِهِ. وَكَانَتْ إِذَا أَتَاهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَحَّبَتْ بِهِ ثُمَّ قَامَتْ إِلَيْهِ فَقَبَّلَتْهُ وأَنَّهَا دَخَلَتْ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَرَضِهِ الَّذِي قُبِضَ فِيهِ فَرَحَّبَ وَقَبَّلَهَا

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam jika melihat putri Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam (yaitu Fathimah) mendatangi Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam , maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyambut kedatangannya. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri lalu berjalan menyambut, menciumnya, menggandeng tangannya lalu mendudukkannya di tempat Beliau duduk. (Begitu juga sebaliknya-red) Jika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi Fathimah Radhiyallahu anhuma , maka Fathimah menyambut kedatanga Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Dia bangkit dan berjalan kearah Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu mencium Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Dan Fathimah Radhiyallahu anhuma pernah mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam saat Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang menderita sakit menjelang wafat Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam , maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyambut kedatangannya dan menciumnya. (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad)

Diriwayatkan dari Abu Juhaifah Radhiyallahu anhu, dia mengatakan:

لَمَّا قَدِمَ جَعْفَرٌ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، مِنْ أَرْضِ الْحَبَشَةِ قَبَّلَ  رَسُوْلَ اللهِ مَا بَيْنَ عَيْنَيْهِ

Ketika Ja’far Radhiyallahu anhu mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam setibanya dari Habasyah, Ja’far  Radhiyallahu anhu mencium wajah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu antara dua mata Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam (HR. At Thabrani)

Juga disebutkan dalam hadits dari Aisyah Radhiyallahu anhuma bahwa Abu Bakar Radhiyallahu anhu ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat , beliau Radhiyallahu anhu menyingkap kain penutup wajah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu mencium wajah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu antara dua mata Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam. (HR. Bukhari)

Sunnah Yang Terlupakan: Mencium Kepala Atau Kening Orang Tua


Bahkan bukan hanya terhadap orang tua perbuatan ini disunnahkan, Imam An Nawawi dalam Al Majmu' menambahkan,


وقال النووي في المجموع: يستحب تقبيل يد الرجل الصالح والزاهد والعالم، ونحوه من أهل الآخرة، وتقبيل رأسه


Disunnahkan untuk mencium tangan lelaki yang shaleh, zuhud dan alim dan semisalnya, Begitupun juga mencium kepalanya (Al Majmu')

Berdasarkan atsar dan hadits diatas, maka sudah sepatutnya bagi kita untuk mencium kening orangtua sebelum kita mencium kening siapapun. Karena dengan mencium kening akan bisa membangkitkan perasaan kasih sayang yang mendalam antara anak dan orangtua.

Wallahu A'lam.



Next article Next Post
Previous article Previous Post