Berjuang Kumpulkan Uang 20 Juta Buat Lamar Gadis Pujaan, Ga Taunya Pacar Diembat Teman Sendiri

Diposting pada

Cinta memang bisa mengubah seseorang untuk menjadi lebih baik atau bahkan terpuruk sekalipun saat cinta itu dipatahkan secara sepihak.

Kedua hal itulah yang pernah dialami oleh Tisna Ramdany (25), seorang lelaki asli Bandung yang sudah berjuang keras demi wanita yang dicintainya.

Cerita berawal dari karir Tisna di sebuah perusahaan pada tahun 2011. Pekerjaan yang dikerjakan secara asal-asalan dan urakan membuatnya hampir dipecat oleh tempatnya bekerja.

Namun semuanya berubah saat Tisna bertemu dengan Irma yang juga bekerja di tempat yang sama dengannya.

“Irma itu alim, saya ingin kenal lebih dekat dengannya. Saya ingin serius sama dia. Suatu saat seorang teman saya berkata kalau saya ingin serius sama Irma saya harus memperbaiki kinerja saya dan mengubah kelakuan buruk saya,” ujar Tisna kepada brilio.net melalui layanan story telling bebas pulsa di nomor 0-800-1-555-999, Rabu (24/2)

Sejak saat itulah Tisna berubah menjadi lelaki yang lebih baik. Dalam dua tahun Tisna berhasil menjadi karyawan teladan bahkan diangkat menjadi mandor.

Niat Tisna untuk mempersunting Irma pun semakin besar, mereka memang tidak mau pacaran dan cukup mengenal saja.

“Waktu itu saya berusaha kumpulkan uang Rp 20 juta untuk modal menikahi Irma. Saya memang nggak mau membebani orang tua. Sampai pada uang saya sudah mencapai Rp 17 juta saya pun kaget mendengar berita dari teman saya,” lanjutnya

Salah satu teman Tisna memberitahu bahwa teman kerja mereka yang lainnya akan menikah. Tisna tentu ikut bahagia mendengar salah seorang temannya akan menikah. Namun yang tidak dia sangka adalah calon mempelai wanitanya adalah Irma.

“Saya tentu kaget setengah mati, saya tanya Irma kenapa dia menerima pinangan lelaki tersebut, ternyata bagi dia siapa yang duluan melamar ya itu yang dia terima,” kenang Tisna.

Saat itulah hati Tisna hancur, dia bahkan memutuskan untuk resign dari tempat kerjanya karena tidak kuat harus bertatap muka dengan Irma dan suaminya setiap hari.

Semua sakit hatinya tersebut harus ditambah dengan masalah keluarga yang harus dihadapinya. Mulai dari utang keluarga hingga biaya pernikahan adik perempuannya harus dia tanggung.

Tabungannya yang semakin menipis tersebut pun membuatnya harus terjerat oleh rentenir.

“Waktu itu motor saya kemudian diambil dan dijual oleh si rentenir, setelah itu uang sisanya baru dikembalikan kepada saya. Ditambah lagi orang tua saya sakit-sakitan. Tabungan pun semakin habis untuk berobat. Saya merasa hidup saya sudah hancur bahkan pernah kepikiran untuk bunuh diri,” kata lelaki asli Bandung Barat tersebut.

Saat ini Tisna merasa semangatnya sudah pudar, sudah dua tahun belum move on dari Irma dan juga saat ini Tisna masih belum bekerja. Dirinya mengaku sudah tidak bersemangat untuk menjalani hidup karena tidak memiliki tujuan hidup.

“Dari dulu setiap saya bekerja, hasilnya pasti untuk keluarga. Kadang saya juga berpikir kapan saya punya waktu untuk menyenangkan diri sendiri. Tapi saya nggak boleh terpuruk selamanya, saya harus bangkit demi masa depan,” pungkasnya.

Semoga ini jadi pelajaran bagi kita semua.

Loading...