Temukan Pesan Terakhir Ustadz Uje di iPad, Umi Pipik Menangis

Diposting pada

Tak terasa sudah empat tahun berlalu meninggalnya Ustad Jefry Al-Buchori alias Uje.

Ustadz Uje meninggal dalam sebuah kecelakaan maut di Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Kepergian dai kondang itu menyisakan duka bagi sang istri, Pipik Dian Irawati.

Apalagi, beberapa waktu usai almarhum pergi Umi Pipik secara tak sengaja menemukan pesan-pesan Uje di catatan hariannya.

Temukan Pesan Terakhir Ustadz Uje di iPad, Umi Pipik Menangis

Catatan itu kata Umi Pipik ditulis Uje di Ipad miliknya tepatnya saat Ultah di Bali sekitar seminggu sebelum meninggal.

“Pesan ini ditulis oleh beliau waktu ultah di Bali sebelum ia meninggal. Pesan itu ada di ipad, tidak sengaja terbuka. Dan saya juga baru tahu. Uje nulisnya seminggu sebelum meninggal,” kata Umi Pipik.

Saat itu Umi Pipik tak bersedia menceritakan apa tulisan terakhir yang dibuat suaminya.

Namun, ia mengaku akan pesan itu akan dijadikan lirik untuk sebuah lagu.

Umi Pipik mengakui ia tak bisa membendung air matanya tiap kali membaca pesan almarhum.

“Setiap saya membaca, nangis. Akhirnya saya ingin membuat lagunya. Setelah saya bersenandung sendiri dan akhirnya mendapatkan nadanya,” imbuh dia.

Sebelum ditemukan pesan terakhir yang ditulis di iPad itu, Pipik telah membaca catatan terakhir Uje di buku hariannya, beberapa hari setelah Uje wafat.

Dalam catatan penuh hikmah itu tersirat keinginan Uje untuk segera bertemu Rasulullah.

Beliau menuliskan dalam buku hariannya bahwa siapa sebenarnya Rasulullah itu… ya Allah sampai membuat aku begitu rindu padanya. Berikan hamba kesempatan sebentar saja untuk bertemu dengannya walau hanya dalam mimpi, tutur Pipik.

Usai kepergian suaminya Umi Pipik memang merilis sejumlah lagu.

Salah satunya berjudul Janji Hawa yang merupakan ciptaan Melly Goeslaw.

Lagu ini tampaknya adalah bukti kesetiaan Umi Pipik kepada ustadz Uje.

Kedua, Umi Pipik merilis lagu berjudul Kerinduan.

Lagu ini dikhususkan untuk mengenang suaminya itu.

Berikut liriknya:

ku tatap langit siang


mencari-cari bayangmu


kala hari itu mendengar


tak ku temui juga bayanganmu


hatiku pun menjerit


menyaksikan lautan manusia


mengusung tubuhmu yang kaku


ku sadari engkau telah pergi


kerinduanku menggelembung berapi-api


kadang akal sehatku menipis


dan melupakan ini takdir Illahi


tebalnya cinta dan kasihmu membentangkan jalan


untuk kita lalui bersama


menemuimu di surgaNya


terima kasih kau ajar kami cinta


dan keikhlasan yang tak berakhir


tegar dan kuat di jalanNya


ya Allah Maha Memutuskan segalanya


kami ridho walau terlalu getir


sampai jumpa di surgaNya


hatiku pun menjerit


menyaksikan lautan manusia


mengusung tubuhmu yang kaku


ku sadari engkau telah pergi


kerinduanku menggelembung berapi-api


kadang akal sehatku menipis


dan melupakan ini takdir Illahi


tebalnya cinta dan kasihmu membentangkan jalan


untuk kita lalui bersama


menemuimu di surgaNya


terima kasih kau ajar kami cinta


dan keikhlasan yang tak berakhir


tegar dan kuat di jalanNya


ya Allah Maha Memutuskan segalanya


kami ridho walau terlalu getir


sampai jumpa di surgaNya.

Ustaz Jefry Al Buchori meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal di Jalan Gedong Hijau 7 Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat 26 April 2013.

Saat itu, Uje yang mengendarai motor Kawasaki E650 bernomor polisi B 3590 SGQ menabrak sebuah pohon di Jalan Gedong Hijau 7 Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Ribuan orang turut menshalati dan mengiringi jenazahnya ke pemakaman. Shalat ghaib dan doa untuk almarhum Uje juga digelar di berbagai kota.

Loading...