Innalillahi, Pendukung Ahok Kejang-kejang Lalu Meninggal Usai Dengar Vonis 2 Tahun Bui

Diposting pada

Seorang relawan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bernama Gerard Samapaty dikabarkan meninggal dunia usai mendengar vonis 2 tahun penjara yang ditujukan kepada Ahok. Relawan tersebut bekerja di bidang keamanan timses Ahok-Djarot.

Innalillahi, Pendukung Ahok Kejang-kejang Lalu Meninggal Usai Dengar Vonis 2 Tahun Bui
Seorang petugas keamanan sekaligus relawan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Gerard Samapaty meninggal dunia setelah mendengar Ahok divonis dua tahun penjara atas dugaan penistaan agama.

Gerard terkena serangan jantung ketika melihat siaran live sidang Ahok di rumahnya, Cipayung.

Bermula dari televisi yang dalam kondisi mati, lantaran tak ada remotenya. Rasa penasaran Gerard tak pudar untuk menyaksikan sidang vonis Ahok. Namun ketika mendengar vonis 2 tahun bui, Gerard langsung kejang-kejang lalu meninggal dunia.

“Jadi TV rusak remote nya, ada tukang remote lewat, dia cobain. Pas nyala kira-kira live report sidang Ahok, mendengar vonis, beliau terkena serangan jantung dan meninggal. Ini kesaksian anak terbesarnya yang perempuan,” ujar Jubir Timses Ahok-Djarot, Raja Juli Antoni saat dikonfirmasi, Selasa (9/5/2017) seperti dilansir dari Detik.com.

Berita meninggalnya Gerard Samapaty ini, kata Toni, beredar di grup tim sukses Ahok. Relawan tersebut diketahui meninggalkan ketujuh anaknya.

“Jadi tadi saya dari persidangan ke Cipinang. Itu sempat beredar di grup Ahok. Saya ke sana melayat, ini bagian dari pejuang Pak Ahok. Saya ke sana, bertemu keluarga, ada 7 orang anaknya,” jelas sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini.

Toni mengatakan jenazah Gerard akan diterbangkan ke Sumba, NTT malam ini.

“Nanti malam diterbangkan. Kampung halaman dia di Sumba,” ucapnya.

Baca Juga: 

Ahok dibawa ke Rutan Cipinang sebagai bentuk tindak lanjut atas vonis 2 tahun penjara. Majelis hakim PN Jakarta Utara menyatakan Ahok bersalah melakukan penodaan agama.

Loading...