Penetapan 1 Ramadhan 2017, Ini Perbedaan Antara NU dan Muhammadiyah



Terkait Penetapan 1 Ramadhan 2017, ada perbedaan dalam menentukan sikap antara NU dan Muhammadiyah.

Penetapan 1 Ramadhan 2017, Ini Perbedaan Antara NU dan Muhammadiyah


Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa Ramadhan 1438 H di kalender Masehi jatuh pada 27 Mei 2017.

"Tanggal 1 Ramadhan jatuh pada hari Sabtu Pahing, 27 Mei 2017 Masehi," Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti, Selasa (14/3/2017).

Mu'ti menjelaskan penetapan ini dilakukan berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal, yang dipedomani Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Sementara itu, lanjut Mu'ti, 1 Syawal jatuh pada 25 Juni 2017. "Tanggal 1 Syawal 1438 H jatuh pada hari Ahad Legi, 25 Juni 2017 Masehi," tuturnya.

Sementara itu, Nahdlatul Ulama (NU) akan memantau 90 titik hilal di seluruh Indonesia untuk memastikan kapan awal puasa Ramadhan 2017 M atau 1438 H akan jatuh.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama, KH Said Aqil Siroj, mengatakan bahwa pemantauan hilal di 90 titik tempat hilal tersebut baru akan dilakukan besok, Jumat (26/5/2017).

"Jumat kita akan pantau hilal, di 90 titik di Indonesia. Sumenep, Bawean, Situbondo dan daerah lainnya untuk menentukan awal puasa Ramadhan 2017," kata Said di Kantor PBNU, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (25/5/2017).

Muhammadiyah telah menentukan awal bulan puasa Ramadhan 2017 yang akan jatuh pada hari Sabtu (27/5/2017).

Said mengatakan, pihaknya belum bisa menentukan apakah NU akan juga memulai awal puasa Ramadhan 2017 kali ini di tanggal yang sama dengan Muhammadiyah, sebelum rukyat hilal dilakukan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring, hilal adalah bulan sabit; bulan yang terbit pada tanggal satu bulan Kamariah. Sedangkan rukyat adalah perihal melihat bulan tanggal satu untuk menentukan hari permulaan dan penghabisan puasa Ramadan; penglihatan; pengamatan.

"NU tak bisa menentukan kecuali sudah melakuan rukyat untuk melihat hilal dalam penentuan awal puasa Ramadhan 2017. Itu bukan berati NU enggak bisa hitung (hisab) awal puasa Ramadhan 2017. Selain awal Ramadhan dan Idul Fitri kita kan pakai hitung," kata dia.

Said pun menambahkan, ia tak masalah jika nantinya hasil rukyat hilal awal puasa Ramadhan 2017 akan membuat awal puasa antara NU dengan Muhammadiyah berbeda di tahun ini.

"Ya enggak apa-apa, namanya saja beda, NU dengan Muhammadiyah. Tapi kan sama-sama Islam. Tapi kalau NU menentukan awal puasa Ramadhan dan Idul Fitri ya harus rukyat, dengan mata melihat hilal," tutupnya.

Kementerian Agama baru akan menggelar sidang isbat untuk menetapkan awal puasa Ramadhan 2017 atau 1 Ramadhan 1438H pada Jumat (26/5/2017)

Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2017

Sidang isbat penentuan awal puasa Ramadhan 2017 tersebut untuk menentukan awal puasa. Terkait ini, Kementerian Agama juga akan melakukan pemantauan hilal di 77 titik di seluruh Nusantara.


loading...