Buntut Aksi Koboi Brigadir Kalingga, Massa Minta Kapolres Lubuklinggau Segera Dipecat



Massa gabungan dari lembaga perlindungan anak dan KPAID serta organisasi berunjuk rasa di Mapolres Lubuklinggau.

Massa yang berasal dari KPAI, HMI, GP Anshor, Banser dan PMII mendesak Kapolda Sumatera Selatan untuk mencopot Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga dari jabatannya karena dianggap gagal.

Buntut Aksi Koboi Brigadir Kalingga, Massa Minta Kapolres Lubuklinggau Segera Dipecat
Massa Dari Berbagai Elemen Minta Kapolres Lubuklinggau Segera Dipecat


Para pengunjukrasa, meminta penjelasan Kapolres Lubuklinggau terkait penyataan bahwa korban terkena pantulan, kemudian meminta pelaku penembakan dites urine, DNA/Kejiwaan dan dipecat secara tidak hormat.

"Kapolres Lubuklinggau harus bertanggungjawab atas kelakuan anak buahnya, karena penembakan ini sangat brutal tidak manusiawi," ucapnya.

Mereka juga meminta Komnas HAM mengusut tuntas kasus penembakan karena ada indikasi pelanggaran HAM.

"Polisi itu harus melindungi masyarakat, bukan melindungi oknum polisi, bapak harus dicopot pak, karena bapak tidak bisa memimpin di sini. Kami akan merekomendasikan ke Kapolda dan Kapolri agar bapak dicopot karena bapak tidak mampu," kata Saprin Rais selaku Ketua BM PAN Lubuklinggau.

Pendemo juga mendesak Ombudsman agar memantau kasus penembakan tersebut. Dan terkakhir mereka meminta Kompolnas untuk turun ke lokasi kejadian melakukan pemeriksaan terhadap semua anggota yang terlibat dalam kasus ini.

Sekretaris Lembaga Perlindungan Anak Indonesia Febri Habibi asril mengaku menyaksikan langsung kejadian penembakan tersebut bahkan mereka teriak bertakbir Allahuakbar-Allahuakbar.

"Demi allah demi Rasulullah, kejadian itu di depan Bank Mandiri, saya melihat langsung kejadian itu di tempat, korban pun diseret seperti binatang pak, kami minta jangan ditutupi kasus ini," tuturnya.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga di hadapan massa menyatakan‎ bahwa proses pemeriksaan terhadap pelaku penembakan masih dilakukan secara intensif dan tetap berproses.‎‎

Polda Sumsel Periksa 11 Polisi Termasuk Brigadir Kalingga

Tim Pengamanan Internal (Paminal) Polda Sumatera Selatan (Sumsel) memeriksa 11 personel Polres Lubuklinggau, Rabu 19 April 2017. Personel polisi ini diperiksa sebagai saksi dalam kasus penembakan brutal terhadap satu keluarga yang menggendarai Honda City bernopol BG 1488 ON di Jalan HM Soeharto, Kelurahan Simpang Periuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Selasa 18 April 2017.

Buntut Aksi Koboi Brigadir Kalingga, Massa Minta Kapolres Lubuklinggau Segera Dipecat


Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto menuturkan, kesebelas personel polisi ini diperiksa sebagai saksi karena berada di lokasi saat penembakan yang dilakukan oleh Brigadir Polisi Kalingga, personel Satuan Sabhara Polres Lubuklinggau.  Sedangkan yang melakukan pengejaran terhadap mobil korban ada lima personel menggunakan mobil patroli Mitshubishi Kuda dan dua sepeda motor.

"Brigadir Kalingga (mengejar) menggunakan mobil dengan anggota Satlantas Lubuklinggau, sebagai pengemudi. Sedangkan tiga anggota lainnya mengendarai dua motor. Kemudian petugas kepolisian menghentikan mobil korban dan meminta korban untuk turun," ujar Agung.

Kapolda menjelaskan, saat itu saksi berinisial S yang duduk di samping Brigadir Kalingga sudah menyuruh sopir Honda City berhenti, namun sopir tetap terus melaju. Kemudian polisi mengeluarkan tembakan peringatan dan tetap tidak digubris, sehingga Brigadir Kalingga langsung menembaki mobil korban.

"Penembakan ini tidak ada perintah dari siapa pun. Namun, penyelidikan tim (Paminal) masih dilakukan. Untuk jelasnya nanti setelah selesai penyelidikan," kata Agung.

Kapolda menambahkan, dari lokasi kejadian sudah diamankan barang bukti senjata api jenis Senapan Serbu (SS1) tipe V2 serta tujuh selongsong peluru.

Baca Juga:



Tim dari Polda masih memeriksa saksi dan barang bukti untuk menyelidiki motif dan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh personel Polres Lubuklinggau.


Loading...