Meski Sudah Berusia 106 Tahun, Nenek Ini Tetap Semangat Berjualan Makanan Khas Cirebon

Diposting pada

Banyak orang yang saat ini malas-malasan dalam berusaha dan justru lebih memilih mengandalkan belas kasihan orang lain. Padahal banyak sosok yang usianya jauh lebih tua namun tetap semangat berusaha mengais rezeki yang halal.

Meski Sudah Berusia 106 Tahun, Nenek Ini Tetap Semangat Berjualan Makanan Khas Cirebon

Salah satunya adalah seorang nenek bernama Masniah yang semangat berjualan makanan khas Cirebon. Nenek yang kini berusia 106 tahun tersebut sudah menjadi seorang penjual keliling sejak jaman serdadu Belanda berada di Indonesia.

Meski sudah berusia lanjut dan gigi sudah tidak ada, semangatnya masih terpancar lewat senyuman saat melayani pembeli.

“Daripada ngemis nak, mending nenek jualan. Kalau tidak jualan, terus mau makan, uang dari mana? Kalau di rumah terus juga nanti sakit. Mending di sini lihat motor, mobil lewat, emak seneng,” celoteh Masniah, seperti dilansir dari Liputan6, Sabtu (18/3/2017).

Diceritakannya bahwa ia sudah berjualan sejak usia 15 tahun dikarenakan terdesak oleh kondisi perang. Setiap hari ia menjual gorengan dan jajanan lain di Cirebon dimana saat itu serdadu Belanda lalu lalang.


“Sukarno waktu itu belum ada, belum berjuang, emak mah jualan aja. Kalau ada isyarat perlindungan, ya emak berlindung karena Belanda tambah banyak yang datang,” kata dia.

Nenek Masniah mengungkapkan bahwa ibunya sudah meninggal sejak usianya 7 tahun. Sementara sang ayah hanya pekerja buruh pabrik rokok BAT yang penghasilannya tidak bisa mensejahterakan keluarga. Alhasil Masniah pun membantu ayahnya di pabrik.

“Emak mah berjuang sendiri menghidupi keluarga sebelum Soekarno berjuang merdeka,” ucap dia.

Setelah mengalami masa pahit penjajahan, nenek Masniah memutuskan untuk berjualan nasi lengko Khas Cirebon sejak berusia 66 tahun hingga sekarang. Dari penjualannya, nenek Masniah bisa memperoleh keuntungan sebesar 50 ribu yang digunakan untuk menutupi kebutuhan.

Jika sudah selesai berjualan nasi lengko, biasanya ia akan melanjutkan berjualan pisang dan rujak pecel ke salon di Cangkring.

“Alhamdulillah masih ada yang beli daripada harus minta-minta. Malu sama ponakan, sama anak angkat emak,” tutur Masniah.


Baca Juga:

Loading...