Suara Benturan Tasbih Misterius Hantarkan Pria Asal Bogor Ini Memeluk Agama Islam



Hidayah yang Allah berikan kepada seseorang tidak sama dengan yang lainnya. Bahkan ada yang sulit diterima dengan akal sehat. Meski demikian hal itu merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya untuk segera memperbaiki diri.

Hal itu juga yang dialami oleh seorang pria Katolik asal Bogor bernama Han Jaya. Sebelum masuk islam, ia mengalami peristiwa yang aneh yakni sering mendengar suara misterius yang tidak diketahui sumbernya.

Suara Benturan Tasbih Misterius Hantarkan Pria Asal Bogor Ini Memeluk Agama Islam

“Saya sering mendengar suara Dzat. Awalnya, saya mengira itu suara plastik polyceell yang dipecahkan satu-satu, tapi saya cari itu tidak ada sumbernya. Sampai saya bingung karena tidak tahu itu suara apa. Sampai akhirnya saya baca buku seperti ada yang menuntun untuk saya mengenal agama Islam," ungkap pria Tionghoa ini, seperti dikutip dari Republika.

Setelah suara tersebut terus terdengar olehnya, Han kemudian semakin yakin bahwa itu adalah suara Dzat dari agama Islam. Ia pun kemudian meminta asisten rumah tangganya yang dipanggil dengan sebutan ‘Ibu’untuk mengenalkannya dengan seseorang yang bisa menjelaskan keanehan tersebut.

“Oleh ibu akhirnya saya dikenalkan oleh Pak Haji Maskuri. Dengan beliau, saya dituntun kalau itu mungkin adalah jalan hidayah dari Allah," ujarnya.

Setelah bertemu, ternyata suara yang didengar Han merupakan suara benturan tasbih yang digunakan Haji Maskuri saat berdizkir. Hal itu pun membuatnya semakin yakin bahwa sudah saatnya ia untuk memeluk agama Islam.

Maka tak butuh waktu lama, Han Jaya kemudian mantap bersyahadat pada tanggal 22 Desember 2016 kemarin di Masjid Al Hidayah Pejaten Jakarta.

“Sempat ragu, karena ajaran Islam dan Katholik berbeda. Pertama dari keyakinan Tuhannya sudah beda. Kalau di Katholik, meyakini Yesus yang di salib sebagai Tuhan, tapi kalau di Islam kan beda. Tuhannya ya Dzat yang Maha Sempurna (Allah)," ujarnya.

Memang Han lahir dari keluarga yang taat dalam katolik dan disekolahkan di sekolah katolik. Bahkan ia kuliah di luar negeri yang asing dengan ajaran Islam. Namun setelah yakin dengan agama Islam, hatinya pun rela meninggalkan semua ajaran orangtuanya tersebut.

Menurut Han, belajar bacaan shalat sangatlah sulit karena ia belum juga bisa menghafalnya. Meski demikian, ia tidak putus asa dan lebih menyempurnakan gerakannya dahulu.

“Saya sering merindukan waktu shalat. Sangat senang ketika mendengar azan karena itu menandakan saya ada kesempatan untuk bertaubat dan semakin mendekatkan diri pada Dzat yang Maha Sempurna," tutur Han.

Hijrahnya Han Jaya pada Islam tentu mendapatkan tentangan dari ayahnya yang melarang shalat. Meski demikian, Han tetap melaksanakannya meski harus sembunyi-sembunyi.

"Sampai saat ini, kalau ada papa dirumah, saya masih sembunyi-sembunyi kalau shalat. Tapi, kalau mood-nya beliau lagi bagus, ya saya tetap shalat,” kata Han.

“Godaan masih sering datang. Kadang hati saya lemah dan ragu, tapi saya berusaha untuk melawan itu semua dan meyakini dengan keimanan bahwa Allah itulah yang Maha Sempurna. Perjalanan saya belajar Islam mungkin butuh waktu panjang untuk menyempurnakan semuanya, mungkin sampai saya mati. Saya tidak akan lelah untuk mempelajari Islam lebih serius lagi,” pungkasnya.

Baca Juga:





loading...