Kisah Nyata: Akibat Menggerutu Di Depan Ka'bah



Melaksanakan rukun Islam yang ke lima merupakan cita-cita setiap umat Islam di seluruh oenjuru dunia. Kenikmatan beribadah dan mengharap ridho Allah merupakan tujuan dari melaksanakan ibadah haji dan umroh.

Kisah Nyata: Akibat Menggerutu Di Depan Ka'bah


Setiap orang tentu mempunyai pengalaman dan kisah yang berbeda ketika sedang berada di Tanah Suci Makkah. Seperti Hanifah (42) misalnya, wanita kelahiran Bandung yang pernah berangkat umroh di tahun 2010 ini mengaku bisa menunaikan ibadah umrah karena dibiayai anaknya.

Ia pun bercerita tentang pengalaman spiritual yang membuatnya tersadar hingga sekarang ini. Ketika umroh di hari keempat di Makkah, Hanifah bersama jamaah yang lain melaksanakan sholat subuh di Masjidil Haram.

Karena aktifitas belanja di Tanah Suci setelah isya' malam tadi, ketika bangun tidur ia merasakan lelah yang luar biasa, berbeda seperti hari-hari sebelumnnya.

“Aku sempat menggerutu ketika shalat di depan Ka'bah, enggak khusyuk. Imamnya baca suratnya panjang panjang banget, aku lupa surah apa waktu itu yang dibaca. Aku gerutu dalam hati, ini imam kok gak tau diri banget sih! Enggak ngeliat makmum pada capek,” ungkapnya.

Hingga selesai sholat subuh, ia bersama rombongan hendak pulang ke hotel tempat dia menginap di Makkah, tapi anehnya, ia tidak menemukan jalan pulang. Hatinya semakin kesal dan dongkol.

“Jalan ke hotel kami lebih dekat ke pintu masuk utama, kami keliling-keliling terus enggak juga nemu jalan keluar,” tuturnya.

Ada salah seorang dari rombongannya berkata “Astagfirullah! Ini dosa apa ya Allah, sampai enggak bisa menemukan jalan pulang ke penginapan”.

Hanifah tiba-tiba nyeletuk “Mungkin ini dosa saya kali ya, tadi waktu sholat saya gerutu dan mencela imamnya.”

Satu rombongan beristighfar sampai ada nenek-nenek yang menangis karena terlalu kelelahan mencari jalan pulang emnuju hotel. Mereka pun terus beristigfar memohon ampun pada Allah, hampir satu jam setelah ia dan rombongan beristighfar barulah mereka bisa menemukan jalan pulang.

“Kami dapat jalan pulang di arah Shafa Marwah, padahal sebelumnya sudah kami lewati berkali-kali jalan itu. entahlah memang harus jaga lisan ketika disana.”

Selain itu ia juga mendapatkan pengalaman yang penuh hikmah, selama disana banyak sekali orang yang memberikannya makanan. Sampai pernah dikejar-kejar oleh orang Arab yang hendak memberikannya makanan.

“Aku sempat takut tapi ketika ingat, mungkin ini balasan dari Allah. maaf bukan aku riya tapi aku memang sering memberikan makanan ke pedagang yang lewat depan rumahku, siapa aja suka aku panggil dan aku kasih makanan. Ya Alhamdulillah pas disana aku gak perlu beli makan bahkan oleh-oleh pun banyak yang kasih” ungkapnya.

Banyak hikmah yang ia rasakan setelah mnelaksanakan ibadah umroh, ia kini lebih berhati-hati menjaga ucapan dan menerima segala keadaan dengan penuh rasa syukur. ia mengatakan, sebelum berangkat ke Tanah Suci baiknya muhasabah diri dan banyak bertaubat serta berdoa agar dijaga hatinya oleh Allah agar khusyuk beribadah, karena jika Allah berkehendak semua mudah sekali terjadi.



loading...