Menyesal Dan Meminta Maaf Terkait Pelecehan Lafadz Allah, Begini Nasib Dari Hotel Novita



Pihak manajemen Hotel Novita akhirnya meminta maaf kepada umat muslim yang berada di Jambi dan juga seluruh Indonesia terkait pelecehan lafadz Allah yang diletakkan di karpet pohon natal beberapa waktu lalu. Husairi Seger yang merupakan Manager Novita Hotel pun menyesalkan adanya hal tersebut di di dalam hotel yang dikelolanya.

“Menyesal dengan adanya kejadian di hotel kami,” ucapnya di rumah dinas Walikota Jambi, seperti yang dikutip dari Sindo News, Senin (26/12/2016).

Menyesal Dan Meminta Maaf Terkait Pelecehan Lafadz Allah, Begini Nasib Dari Hotel Novita
Pihak Hotel Novita meminta maaf kepada umat muslim terkait pelecehan lafadz Allah (Nanang F/Sindonews.com)
Saat peristiwa ditemukannya pelecehan lafadz Allah tersebut, Husairi pun mengaku kaget dan ikut terhina. Menurutnya ornamen tersebut sudah dipasang sejak tanggal 15 Desember lalu dan dirubah oleh oknum tertentu untuk melukai umat Islam.

“Jangankan berbuat seperti itu, berniat pun tidak terintas dalam pikiran kami,” lanjutnya.

Selain menyesalkan adanya peristiwa tersebut, pihaknya juga meminta maaf karena tidak maksimal dalam proses pengawasan dan menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

“Mendukung sepenuhnya pihak kepolisian dalam mengungkap oknum yang tidak bertanggungjawab dan menghukumnya sesuai hukum yang berlaku,” tuturnya di hadapan Kapolresta.

Hadir juga dalam konferensi yang digagas oleh Walikota Jambi Syarif Fasha sejumlah arapat dan organisasi seperti dari Dandim, Dandenpom, MUI maupun ormas Islam.

Diharapkan oleh Syarif Fasha bahwa kejadian di Jambi itu tidak terus berlarut-larut sehingga pihaknya berupaya melakukan pertemuan tersebut.

“Saya meminta agar umat beragama di Jambi di Kota Jambi terutama umat Islam membuka pintu maaf dan semoga ini bisa menjadi pelajaran kita semua,” ungkapnya.

Meski telah meminta maaf dan pihak umat Islam telah memberikan maaf, namun proses hukum harus tetap berjalan.

“Jangan sampai mandek. Siapa tersangka harus didapat. Ini bukan saja surat Al Qur’an yang dinistakan, tapi yang menurunkan 30 juz Al Qur’an dihina dibuat sejajar dengan lantai hotel,” sesal Muhammad Taufik selaku Ketua DPD FPI Provinsi Jambi.

Taufik juga meminta agar kasus penistaan ini bisa segera terungkap dan jangan dibuat lambat.

“Kalau dibiarkan bisa berbahaya. Ini masalah besar dan sangat sensitif sekali. Tangkap aktor intelektualnya,” tambahnya sembari mengingatkan Pemkot Jambi untuk tidak membuka hotel sebelum pelakunya tertangkap.

Pendeta umat Kristen Gultom pun mengaku sependapat dengan Taufik untuk memproses hukum peristiwa tersebut.

“Menyesalkan atas kejadian ini dan sepakat diserahkan pada proses hukum,” ucapnya.

Lebih lanjut Gultom mengapresiasi pihak hotel yang bergerak cepat dengan meminta maaf kepada masyarakat.

“Kota Jambi harus tetap aman dan tetap saling menghargai antar umat beragama,” pungkasnya.

Baca Juga:





Loading...