Meski Sepele, Dua Tindakan Sebelum Tidur Penuh Manfaat Ini Sering Dilupakan Umat Islam




Tidur menjadi aktivitas yang merupakan fitrah manusia ketika kelelahan. Tidur sendiri memiliki arti memejamkan mata dalam waktu tertentu guna memulai kembali aktivitas setelahnya.

Menjelang atau sebelum tidur di malam hari pun terdapat beberapa hal yang bermanfaat jika dilakukan dan tentunya bisa menghantarkan seseorang menuju surga Allah. Meski demikian, banyak umat Islam yang tidak tahu atau bahkan melalaikannya.

Meski Sepele, Dua Tindakan Sebelum Tidur Penuh Manfaat Ini Sering Dilupakan Umat Islam

Dua diantaranya adalah tindakan yang sangat sepele namun besar manfaatnya yakni memaafkan orang yang menyakiti dan bersyukur atas nikmat Allah. Sudahkah kita melakukan hal yang demikian?

Berikut adalah manfaat dari memaafkan kesalahan orang lain dan bersyukur atas nikmat Allah sebelum tidur.

Setiap harinya pasti kita akan bersinggungan dengan orang lain dan terkadang tanpa disadari atau tidak ada ucapan atau tindakan orang lain yang menyakiti perasaan kita. Meski bukan hal yang mudah untuk memaafkan orang lain, namun jika rasa tersebut dibiarkan, maka hati akan dipenuhi dengan dendam dan kebencian.

Dengan memaafkan kesalahan orang lain sebelum tidur, maka ketika keesokan harinya hati pun akan menjadi lapang dan tenang dalam menjalani aktivitas.

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa suatu hari Rasulullah berkumpul bersama dengan para sahabatnya di masjid. Saat itu Rasulullah mengatakan bahwa akan ada ahli surga yang datang dan datanglah seorang Arab Badui yang masuk ke dalam masjid. Keesokan harinya Rasulullah berkata demikian dan orang badui itu pun datang selepas Rasulullah berucap.

Para sahabat yang hadir merasa bingung mengapa orang badui tersebut dikatakan sebagai ahli surga. Atas keheranan tersebut, salah seorang sahabat bernama Amr bin Amru bin Ash kemudian berinisiatif mencari tahu amalan yang dilakukan oleh orang badui itu.

Setelah mengetahui rumahnya, Amr pun meminta tinggal beberapa hari di rumah badui tersebut dan selama tiga hari ia tidak menemukan amalan istimewa yang sekiranya membuat orang badui tersebut tergolong ahli surga. Karena merasa bingung, Amr pun langsung bertanya mengapa ia disebut Rasulullah sebagai ahli surga.

Meski sempat bingung dengan pertanyaan Amr, namun orang badui itu mencoba mengingat apa yang ia lakukan dan berkata, “Sebenarnya setiap malam sebelum aku tidur, aku selalu mendoakan orang-orang dan memaafkan semua kesalahan (mereka) dan mengikhlaskan semua, lalu aku berdoa untuk mereka.”

Mendengar jawaban badui tersebut, Amr pun yakin dengan ucapan Rasulullah dan berkata, “Ya Paman, sekarang aku percaya bahwa kau calon penghuni surga. Dengan amalan itu kau akan dimasukkan ke dalam surga.”

Dengan demikian, memaafkan kesalahan orang lain tak hanya bermanfaat bagi kesehatan jiwa, namun juga bisa menjadi penambah amalan yang menghantarkan ke surga.

Sementara itu mensyukuri nikmat Allah merupakan sebuah pengakuan atas nikmat yang Allah beri seharian sehingga menambah keimanan. Orang seperti ini pun akan selalu bersyukur atas nikmat sekecil apapun dari Allah hari itu.

Lewat bersyukur, maka penyakit hati berupa iri, dengki dan yang lainnya akan hilang. Ia pun tidak akan peduli berapa besar nikmat yang ia dapat karena yakin bahwa Allah telah memberikan yang terbaik untuknya. Wallahu A’lam.

Baca Juga: