Inilah Kewajiban Yang Harus Dilakukan Setiap Muslim Setelah Menyembah Kepada Allah




Islam tidak hanya memerintahkan pemeluknya untuk menyembah kepada Allah, lebih dari itu, Islam telah mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, dari politik, ekonomi, etika, sampai masalah toleransi dan lain lain.

Inilah Kewajiban Yang Harus Dilakukan Setiap Muslim Setelah Menyembah Kepada Allah


Dalam berbagai ayat di Al Qur'an, Allah memerintahkan kepada manusia untuk menyembah hanya kepada Allah, namun perintah untuk menyembahNya akan selalu diikuti perintah untuk berbuat baik kepada kedua orangtua.

Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala,

“Dan Rabb-mu telah memerintahkan kepada manusia janganlah ia beribadah melainkan hanya kepadaNya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya. Dan jika salah satu dari keduanya atau kedua-duanya telah berusia lanjut disisimu maka janganlah katakan kepada keduanya ‘ah’ dan janganlah kamu membentak keduanya” [Al-Isra : 23]

“Dan sembahlah Allah dan janganlah menyekutukanNya dengan sesuatu, dan berbuat baiklah kepada kedua ibu bapak…..” [An-Nisa : 36]

“Dan Kami wajibkan kepada manusia (berbuat) kebaikan kepada kedua orang tuanya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya..” [Al-Ankabut : 8]

Lihatlah dalam dua ayat diatas, betapa kedudukan orang tua sangat agung dalam Islam, sampai-sampai Allah sendiri yang menempatkan kewajiban ini setelah kewajiban menyembahNya.

Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menempatkannya sebagai salah satu amalan yang paling utama setelah shalat yang merupakan pilar agama terpenting.

Abdullah bin Mas’ud bertanya kepada Rasulullah SAW, “Perbuatan apa yang paling disukai oleh Rasulullah?”

“Shalat tepat waktu,” jawab beliau

“Lalu apa lagi?”

“Berbakti kepada orang tua.” (HR. Bukhari)

Suatu ketika Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma bertanya kepada seseorang, “Apakah engkau takut masuk neraka dan ingin masuk ke dalam surga?” Orang itu menjawab, “Ya.” Ibnu Umar berkata, “Berbaktilah kepada ibumu. Demi Allah, jika engkau melembutkan kata-kata untuknya, memberinya makan, niscaya engkau akan masuk surga selama engkau menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Bukhari)

Sungguh merugi jika kita mengetahui dekatnya surga dengan berbakti kepada kedua orang tua, tetapi kita malah melalaikannya. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaih wa sallam,

“Orang tua adalah pintu surga yang paling tengah. Jika engkau ingin maka sia-siakanlah pintu itu atau jagalah ia.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Dalam hadits lain beliau juga bersabda, “Celaka, celaka, celaka!” Ada yang bertanya, “Siapa wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang yang mendapati salah satu atau kedua orang tuanya telah berusia lanjut, tetapi tidak membuatnya masuk ke dalam surga.” (HR. Muslim)

Renungkanlah keutamaan-keutamaan di atas. Sesungguhnya berbakti kepada orang tua merupakan salah satu sebab dihapuskannya dosa besar, diterimanya amal, serta sebab kebahagiaan di dunia dan akhirat. Setelah kita melihat keutamaan berbakti kepada kedua orang tua, pahala yang dijanjikan, serta kisah-kisah generasi pendahulu yang saleh, masih adakah penghalang bagi kita untuk menaati kedua orang tua?

Semoga tulisan ini bermanfaat serta menjadi nasihat bagi penulis dan segenap pembaca … Aamiin.





loading...