Fenomena Supermoon, Benarkah Tanda Akhir Zaman?




Supermoon memang menjadi fenomena yang dinanti-nanti sebagian besar masyarakat. Mereka rela meluangkan waktu untuk menyaksikan peristiwa alam tersebut mengingatkan bulan saat itu tampak lebih jelas dari biasanya.

Memang bulan pada saat itu berada dekat dengan bumi sehingga pancaran indahnya dapat terlihat oleh mata. Rasa puas bisa menyaksikan fenomena ini pun tak dibiarkan begitu saja. Orang-orang akan mengabadikannya untuk berbagi kebahagiaan dengan mereka yang tidak bisa melihat kesempatan tersebut.

Fenomena Supermoon, Benarkah Tanda Akhir Zaman?

Namun bagi orang-orang yang beriman, fenomena Supermoon tersebut justru menjadi sebuah kesedihan. Mengapa demikian? Ini karena fenomena tersebut sudah disebutkan sejak 1400 tahun yang lalu dan menjadi salah satu tanda akhir zaman.

Dari Anas bahwa Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya bagian dari tanda dekatnya hari kiamat adalah bahwa bulan terlihat dalam satu malam seperti untuk dua malam (– maksudnya: lebih besar dari biasanya, pen–), dan banyak terjadi mati mendadak, dan masjid dijadikan tempat lewat,” (HR. Imam Adhdhiyaa’ Al Maqdisy dalam Al Alhadis Al Mukhtaaroh no: 2325, dan menurut Syaikh Abdul Maalik bin Dhuhaisy, sanadnya Hasan. Demikian juga dihasankan oleh Syaikh Nashiruddin Al Albaany dalam Shahih Jaami’ush Shoghiir no: 10841 dan Silsilah Hadis Shahih no: 2292).

Sementara dalam riwayat dari Anas bin Malik disebutkan bahwa Rasulullah telah bersabda, “Di antara tanda dekatnya hari kiamat adalah hilal (bulan tsabit) terlihat lebih awal hingga hilal malam pertama dikatakan sebagai hilal malam kedua, masjid-masjid dijadikan sebagai tempat melintas dan banyaknya terjadi kasus kematian mendadak,” (HR. Imam Ath Thabrani no: 1132 dan dishahihkan oleh Syaikh Nashiruddin Al Albani dalam Shahih Al Jaami’ish Shoghiir no : 10841).

Berdasarkan hadist tersebut maka sudah sepatutnya bagi kita semua untuk memperbaiki diri dan tidak menunda taubat. Terlebih lagi mengacuhkan berbagai tanda alam yang menjadi tanda akhir zaman. Jangan sampai kita bertaubat ketika matahari terbit dari arah terbenamnya karena hal tersebut sudah terlambat. Wallahu A’lam

Baca Juga:








close ini