Anaknya Alami Kelumpuhan Dari Leher Hingga Kaki, Perjuangan Ibu Ini Sungguh Mengharukan




Seorang ibu senantiasa terus berjuang untuk anak-anaknya, apapun keadaan mereka. Begitu juga yang dilakukan oleh seorang ibu bernama Tatik Sukilah (47 tahun) yang rela menggantikan peran kaki anaknya yang mengalami kelumpuhan.

Sang anak yang bernama Erry Susilo (16 tahun) mengalami kelumpuhan dari leher hingga kaki Sehingga Tatik selalu menggendong anaknya yang beranjak dewasa tersebut setiap harinya.

Anaknya Alami Kelumpuhan Dari Leher Hingga Kaki, Perjuangan Ibu Ini Sungguh Mengharukan
Tatik gendong Erry yang mengalami kelumpuhan usai pulang dari sekolah (Wijaya Kusuma/Kompas.com)
Dilansir dari Kompas. Selasa (1/11/2016) Erry yang tinggal di Ledok Tulangan DN2/143 RT 08/RW 02 Kecamatan Danurejan Kelurahan Tegal Panggung Kota Yogyakarta sudah mengalami kelumpuhan sejak kelas 3 SD.

“Kelas 3 SD, Erry tiba-tiba saat jalan sering jatuh karena kakinya lemas dan hanya merangkak,” ucap Tatik.

Melihat kondisi anaknya tersebut, Tatik berusaha mencari pengobatan, baik medis maupun alternatif. Tak hanya di daerah Yogyakarta, namun Tatik juga mendatangi pengobatan ke daerah lain seperti Klaten.

“Sampai Erry pindah sekolah ke Wonosari untuk proses penyembuhannya, saya di Wonosari sampai satu bulan,” tuturnya.

Demi kesembuhan anaknya tersebut, Tatik juga rela menjual rumah yang sedang dalam proses pembangunan hasil kerja di Jakarta.

“Sampai habis-habisan, rumah dijual pokoknya demi anak sembuh saya lakukan,” lanjutnya.

Namun usaha Tatik tak membuahkan hasil karena salah satu dokter spesialis syaraf di Yogyakarta mengatakan bahwa Erry terkena penyakit degenerasi otot yang tidak ada obatnya.

Alhasil semangatnya untuk mencari pengobatan bagi anaknya seketika langsung hancur dan lebih berusaha untuk memberikan kasih sayang.

“Katanya tidak ada obatnya, hanya kasih sayang orangtua lah yang akan menguatkannya,” tambah Tatik.

Kini Tatik benar-benar mencurahkan perhatian kepada anak bungsunya tersebut. Setiap harinya Tatik harus selalu berada di samping Erry. Terlebih ketika malam hari dimana anaknya tersebut sering mengalami pegal dan ingin mengganti posisi. Erry pun tak dapat melakukannya sendiri, meski hanya menggerakkan kepala.

“Kalau ingin buang air besar, malam hari pun saya gendong ke kamar mandi, jalan kaki agak jauh, dekat sungai Code. Di kontrakan kami kan tidak ada kamar mandinya,” ungkap Tatik.

Kini Erry yang sudah duduk di Sekolah Menengah Atas tetap didampingi oleh Tatik dengan diantar oleh ojek dengan biaya yang tidak sedikit. Selain itu rumahnya pun merupakan rumah kontarakan yang harus dibayar tiap bulan.

Tatik yang menjadi pembuat sekaligus penjual roti kecil-kecilan itu pun terkadang tak mampu memenuhi biaya pengeluaran sehingga hutang sana sini.

“Ya harus utang kanan kiri kalau pas tidak ada uang. Soalnya pesanan roti atau snack tidak pasti ada. Tetapi ya ada saja rezeki itu datang, saya yakin Allah pasti memberi jalan,” ucap Tatik.

Erry pun memiliki harapan bisa melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi sehingga nantinya bisa membahagiakan ibu yang telah berjuang keras untuknya.

Melihat perjuangan ibu Tatik, situs Kitabisa membuka donasi kepada siapa saja yang terketuk hatinya dan memiliki kelebihan rezeki.

Baca Juga: