Lihat Muslim Laksanakan Shalat Dan Sujud Penuh Ketundukan, Wanita Ini Putuskan Bersyahadat




Ada banyak masyarakat Inggris yang memperoleh hidayah dengan cara yang unik. Salah satunya adalah Sarah Joseph yang bisa masuk Islam setelah melihat seorang muslim yang melaksanakan shalat dan sujud dengan penuh ketundukan.

Dahulu Sarah telah ikut dalam berbagai kegiatan agama, sosial dan politik, meskipun keluarganya termasuk keluarga yang liberal dan tidak peduli dengan ajaran agama. Ketika usianya menginjak umur 13 tahun, sang kakak masuk Islam lantaran perkawinannya dengan seorang muslimah.

Lihat Muslim Laksanakan Shalat Dan Sujud Penuh Ketundukan, Wanita Ini Putuskan Bersyahadat

“Saya sangat membenci keputusannya. waktu itu dia saya tuduh menjual keyakinan hanya karena wanita. Saya masih takut kala itu. Sebab Islam sangat asing dan saya banyak membaca sisi negatif tentang Islam,” ucapnya.

Namun ternyata setelah beberapa tahun, Sarah akhirnya memutuskan untuk keluar dari agama Kristen lantaran dianggap sentralistik. Meski demikian Sarah tidak langsung masuk ke dalam agama apapun dan hidup tanpa agama.

“Namun saya waktu itu belum memilih Islam. Waktu itu saya ‘kosong’, saya masih berusaha mencari Tuhan,” tuturnya.

Sarah akhirnya memilih Islam setelah melakukan pencarian keyakinan mengingat agama tersebut mampu menjawab semua persoalan yang ia pertanyakan terkait ketuhanan.

“Islam menjawab semua pertanyaan saya, terutama tentang trinitas. Satu hal lagi, Al Qur’an tidak mengalami perubahan sama sekali, lain dengan Bibel. Perlahan, saya menemukan jawaban tentang Islam yang telah mengendap sekian lama,” lanjutnya.

Sarah kemudian menyatakan masuk Islam dan bersyahadat di usia yang cukup belia yakni 16 tahun.

“Saya hidup selama 16 tahun tanpa Islam. Jadi manusia biasa, menjadi seorang wanita, serang ibu dan editor di London. Semua hal itu telah membentuk saya menjadi seorang pribadi yang luwes. Akan tetapi peran saya sebagai seorang ibu terbentuk saat menjadi muslim,” kenangnya.

Awal hidayah Islam tersebut Sarah alami ketika ia melihat seorang muslim yang melakukan shalat dan melakukan sujud. Ia pun begitu tersentuh melihatnya dan merasa bahwa itulah bentuk kerendahan diri sebenarnya dan ketundukan atas segala aturan Tuhan.

Setelah Sarah menjadi seorang mualaf, masalah lain muncul dimana kedua orangtuanya menolak keislaman Sarah. Bahkan mereka mengucapkan bela sungkawa atas masuknya Sarah menjadi muslim. Meski demikian Sarah tetap berusaha menjadi seorang muslim yang baik terhadap semua orang.

“Tapi kini mereka sangat bahagia. Mereka senang dengan jalan hidup yang saya pilih dan ternyata itu bagus. Meski begitu, sayangnya mereka belum menunjukkan sinyal untuk memeluk Islam,” ujar Sarah.

Maka di tahun 1992, Sarah menikah dengan seorang muslim keturunan Bangladesh yang berprofesi sebagai pengacara. Pria muslim bernama Mahmud itu pun diterima oleh orangtua Sarah karena penampilannya yang moderat dan kini Sarah beserta Mahmud telah dikaruniai 3 orang anak.

Kontribusi Sarah tak hanya untuk keluarga sendiri, namun juga untuk seluruh masyakat di Inggris. Karenanya ia pun mendirikan Majalah Emel (Muslim Life) yang mengupas tentang kehidupan Islam dan mengenalkan Islam di negara Barat. Sehingga tidak terkesan bahwa Islam adalah agama kekerasan ataupun agama teroris.

“Hari ini berita-berita tentang Islam identik dengan pembunuhan, penganiayaan dan sejenisnya. Kami ingin tampilkan sesuatu yang lain. Hal-hal normal yang berlaku dalam Islam, yang tidak banyak diangkat. Kami tujukan majalah ini utamanya bagi kalangan anak muda,” pungkasnya.

Baca Juga: