Perjuangan Tak Kenal Menyerah Nenek Penjual Peyek Undur-Undur Ini Membuat Kita Malu Sendiri




Banyak anak muda yang kuat fisiknya dan cerdas akalnya, namun gampang putus asa maupun menyerah dengan keadaan. Terlebih dalam mencari penghidupan yang semakin hari semakin sulit saja.

Namun tengoklah seorang nenek yang sehari-harinya berjualan rempeyek undur-undur dan kacang rebus ini. Meski berjualan barang yang sederhana dan hanya mendapatkan keuntungan yang tidak seberapa, ia tidak sedikit pun mengeluh dalam menjalani hari-hari tuanya.

Perjuangan Tak Kenal Menyerah Nenek Penjual Peyek Undur-Undur Ini Membuat Kita Malu Sendiri

Nenek bernama Mbah Siti ini setiap hari menjajakan dagangannya mulai pukul 05.00 pagi di sekitar Pantai Parangtritis. Biasanya Mbah Siti sering terlihat di sekitar parkiran Pantai Parangtritis bersama dengan para penjual lain.

Terkadang Mbah Siti tidak butuh lama menjual dagangannya lantaran diserbu oleh pembeli dan harga dagangannya yang cukup murah. Namun tak jarang juga ia harus merasakan sepi pembeli dalam beberapa hari.

Meski demikian, wajahnya senantiasa memperlihatkan senyuman yang tulus dalam setiap kondisi yang dialaminya. Ia selalu bersyukur bahwa setiap harinya ia masih bisa makan meski lauknya hanya sederhana dan diberi kesehatan yang prima di usianya yang senja.

Semoga kisahnya bisa memotivasi para generasi muda untuk tetap bersemangat dan pantang menyerah dalam menjalani kehidupan.

Baca Juga: