Hafalkan Dan Pahami 10 Ayat Ini, Allah Jamin Lindungi Umat Manusia Dari Fitnah Dajjal




Dajjal menjadi makhluk Allah yang di akhir nanti akan datang dan menghancurkan umat manusia dalam berbagai bidang, terutama akidah dan moral islam. Karenanya tak salah jika setiap dari umat islam hendaknya berlindung diri dari fitnah Dajjal yang mampu membawa kepada kebinasaan di dunia maupun di akhirat.

Hafalkan Dan Pahami 10 Ayat Ini, Allah Jamin Lindungi Umat Manusia Dari Fitnah Dajjal

Salah satu cara untuk melindungi diri dari fitnah Dajjal adalah dengan menghafal dan memahami 10 ayat pertama yang terdapat dalam surat Al Kahfi. Tak banyak yang tahu bahwa selain mengisahkan tentang sosok Ashabul Kahfi, surat Al Kahfi juga memuat pelajaran yang berharga agar terhindar dari fitnah Dajjal.

Dalam suatu riwayat dari Al Bara dijelaskan bahwa ada seorang laki-laki yang rumahnya didatangi seekor hewan dan ketika dibacakan surat Al Kahfi, hewan tersebut pun langsung pergi. Setelah itu muncul segumpal awan di langit dan meliputi dirinya. Laki-laki itu pun menerangkan hal tersebut pada Rasulullah dan beliau lantas bersabda,

“Bacalah fulan (surat Al Kahfi) sebab yang kau alami adalah ketenangan yang turun bersamaan dengan Al Qur’an atau turun karena Al Qur’an (dibacakan).” (HR Bukhari Muslim).

Sementara itu dari Abu Darda, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Siapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al Kahfi, maka ia terlindungi dari Dajjal.” (HR Ahmad).

Hadist dari Abu Darda pun disebutkan dalam riwayat Muslim dimana Rasulullah bersabda, “Barang siapa menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al Kahfi, maka ia akan terlindungi dari (fitnah) Dajjal.” (HR Muslim).

Adapun dalam hadist dari An Nawas bin Sam’an disebutkan bahwa Rasulullah bersabda, “Barang siapa diantara kalian mendapati zamannya Dajjal, bacalah awal-awal surat Al Kahfi.” (HR Muslim).

Berikut adalah isi bacaan surat al Kahfi ayat 1-10 sekaligus terjemahannya.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

(1). الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَىٰ عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجًا ۜ

Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al Qur'an) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya.
.
(2). قَيِّمًا لِيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِنْ لَدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا

sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik.

(3). مَاكِثِينَ فِيهِ أَبَدًا

mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.

(4). وَيُنْذِرَ الَّذِينَ قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا

Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata: "Allah mengambil seorang anak".

(5). مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ وَلَا لِآبَائِهِمْ ۚكَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ ۚإِنْ يَقُولُونَ إِلَّا كَذِبًا

Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta.

(6). فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ عَلَىٰ آثَارِهِمْ إِنْ لَمْ يُؤْمِنُوا بِهَٰذَا الْحَدِيثِ أَسَفًا

Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati sesudah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al Qur'an).

(7). إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْأَرْضِ زِينَةً لَهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا

Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.

(8). وَإِنَّا لَجَاعِلُونَ مَا عَلَيْهَا صَعِيدًا جُرُزًا

Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus.

(9). أَمْ حَسِبْتَ أَنَّ أَصْحَابَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيمِ كَانُوا مِنْ آيَاتِنَا عَجَبًا

Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan?

(10). إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

(Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdo`a: "Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)".

Baca Juga:


Semoga Allah senantiasa melindungi kita semua dari fitnah Dajjal sehingga bisa selamat di dunia dan di akhirat. Aamiin