Punk Muslim Di Daerah Ini Siap Hadang Pengaruh Buruk Punk Sesat Di Kalangan Remaja




Punk Muslim Di Daerah Ini Siap Hadang Pengaruh Punk Sesat Di Kalangan Remaja

Punk Muslim Di Daerah Ini Siap Hadang Pengaruh Buruk Punk Sesat Di Kalangan Remaja

Remaja saat ini banyak yang terbawa oleh pengaruh berbagai komunitas musik atau yang lainnya. Salah satunya adalah komunitas Punk yang ternyata mengadopsi berbagai paham buruk seperti komunis, nazi dan satan. Tentu saja hal ini akan merusak akidah dan agama para remaja.

Salah satu daerah yang kini tengah terpengaruh komunitas tersebut adalah Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Untuk melawan pengaruh buruk tersebut dibentuklah komunitas Punk Muslim Karanganyar pada tahun 2015.

Sosok yang menggagas komunitas muslim tersebut adalah Ahmad Sigit Nugroho dan Joko Susilo yang merupakan mantan anggota Punk saat berada di Bogor. Sigit pernah menjadi anggota punk Skinhead dan joko menjadi anggota Punk Street. Akan tetapi dengan karunia Allah, keduanya bertobat dan memilih kembali ke tanah kelahirannya.

Setelah kembali ke Karanganyar, mereka terkejut karena pengaruh komunitas Punk sesat telah masuk ke daerah tersebut. Kebanyakan dari anggotanya pun adalah para remaja yang mencari jati diri. Beberapa komunitas punk sesat tersebut adalah punk Skin Head yang terpengaruh dengan Nazi dan komunitas Bendera Hitam yang erat kaitannya dengan Komunis.

“Punk bukanlah style, sebab ada paham yang dianut di dalamnya. Bahkan banyak komunitas Punk yang anti Tuhan dan membuang agama dari kehidupan, karena terpengaruh aliran satanic.” Ucap Sigit.

Melihat kondisi yang miris tersebut, Sigit bersama dengan kawannya berusaha merangkul para remaja lewat komunitas Punk Muslim Karanganyar agar lebih dekat kepada nilai-nilai islam.

“Punk Muslim adalah komunitas dakwah di tengah kawan-kawan punk,” tambahnya.

Punk Muslim juga berusaha menyadarkan para remaja bahwa punk bukanlah sebuah gaya hidup, melainkan ada pengaruh buruk yang akan membuat remaja tersebut jauh dari agama.

“Punk Muslim memiliki peran untuk penyadaran agar anggota Punk kembali ke jalan yang benar. Apalagi banyak remaja yang sekedar style spy atau ikut-ikutan,” pungkasnya.

Baca Juga:








close ini