Kisah Hijrahnya Berry ‘Saint Loco’ Dari Dunia Hitam




Kisah Hijrahnya Berry ‘Saint Loco’ Dari Dunia Hitam │ Setiap manusia akan mengalami fase dimana hidayah Allah menghampirinya. Seperti itu pula yang dialami oleh pria bernama lengkap Berry Manoch atau yang dikenal sebagai Berry ‘Saint Loco’. Kehidupannya dahulu begitu dekat dengan dunia hitam dan glamor. Tak jarang sikapnya begitu egois dan tempramen seiring dengan kerasnya musik yang ia mainkan.

Berbagai obat-obatan terlarang dan minuman beralkohol hampir menjadi kesehariannya. Bahkan di umur 11 tahun, ia telah mengkonsumsi narkoba dan sangat sulit untuknya melepaskan diri dari jeratan membahayakan tersebut.

Kisah Hijrahnya Berry ‘Saint Loco’ Dari Dunia Hitam

Namun kegelisahan yang dialaminya mendadak menjadi sebuah kedamaian ketika melihat sejumlah kaum muslim mendirikan shalat berjamaah dan Berry pun tak ingin melepaskan kedamaian itu dengan kehidupan yang gemerlap. Akhirnya Berry ‘Saint Loco’ memutuskan menjadi seorang mualaf dan berusaha jauh dari kehidupan yang bebas. Ia pun berganti nama menjadi Muhammad Berry Al Fatah.

Setelah menjadi seorang mualaf, ia begitu merasakan kedamaian dan kegembiraan yang amat sangat. Tak ada kekhawatiran sedikit pun apalagi berkeluh kesah dalam menjalani kehidupan dunia ini.

Dilansir dari Dream, Berry pun menceritakan berbagai hal yang membuat ia hijrah dari dunia hitam.

Dirinya mengenal islam dimulai ketika berusaha menjalani rehabilitasi namun kambuh kembali. Meski raga seakan sehat, namun hatinya begitu gersang. Ditambah lagi ia harus terpisah dari dua orang putrinya sehingga Berry seakan menjadi seorang buangan.

Ia pun bertemu dengan seorang teman kuliahnya yang ingin membuat single album. Ketika tengah berada di rumah temannya dan jam menunjukkan waktu maghrib, temannya tersebut meminta izin untuk melaksanakan shalat bersama dengan tetangga yang lain. Berry pun mempersilakan dan memilih duduk di ruang tamu.

Kisah Hijrahnya Berry ‘Saint Loco’ Dari Dunia Hitam

Karena masjid dan rumah temannya berdempetan, mata Berry pun seakan tertuju pada aktivitas para muslim yang melaksanakan shalat dan mengumandangkan adzan. Ia pun melihat sebuah kedamaian umat islam yang berkomunikasi dengan Tuhannya.

Meski bukan pemandangan yang pertama kalinya, namun ia begitu sangat merasakan sesuatu yang berbeda yang membuatnya ingin mengenal islam dan meminta temannya untuk mengajari gerakan shalat dan yang lainnya.

Akhirnya pada tanggal 22 Februari 2015, Berry ‘Saint Loco’ pun melafadzkan syahadat di rumah temannya tersebut. Setelah menjadi seorang mualaf ia kemudian berusaha keras untuk menjauh dari narkoba dan berusaha pula untuk istiqomah dalam menjalankan ibadah.

Berry sengaja mengisolasi diri dari hiruk pikuk dunianya dahulu guna memperkuat mental dan iman sehingga ketika berkumpul kembali dan bermain musik bersama teman-temannya, ia pun segera pulang dan tidak terpengaruh dengan kehidupan teman-temannya yang masih dalam dunia hitam.

Kini Berry ‘Saint Loco’ yang kini menjadi Muhammad Berry Al Fatih lebih memperdalam lagi ajaran agama islam bersama dengan teman-teman muslim lainnya.

Baca Juga:


Semoga Berry bisa menjadi jalan hidayah bagi teman-temannya yang lain. Aamiin