INNA LILLAHI, Ada Helikopter TNI Jatuh Timpa 2 Rumah Warga Di Sleman




Sebuah helikopter milik TNI AD jatuh menimpa 2 rumah warga Desa Kowang, Kalasan, Sleman. Kecelakaan helikopter ini disebutkan mengakibatkan 4 korban. 3 diantaranya meninggal dunia dan 1 luka-luka.

Helikopter TNI Jatuh Timpa 2 Rumah Warga Di Sleman


"Iya betul. Lokasinya di sebelah timur pom bensin Kalasan. Tepatnya di Desa Kowang," kata petugas Polsek Kalasan, Iptu Ngadimin saat dikonfirmasi, Jumat (8/7/2016).

Informasi yang didapatkan, helikopter tersebut jatuh pada pukul 15.35 WIB. Penyebab jatuhnya helikopter TNI AD itu hingga kini masih diselidiki.

"Penyebabnya masih diinvestigasi. Evakuasi helikopter tunggu dari TNI AD," kata Danlanud Adisutjipto Marsma Imran Baidirus di lokasi, Jumat (8/7/2016).

Ada 6 orang di dalam helikopter yang jatuh, 3 di antaranya meninggal. Korban meninggal sudah dibawa ke RS Bhayangkara dan korban luka ke RSPAU Harjolukito.

Soal kondisi helikopter Bell itu, Marsma Imran meyakini dalam kondisi baik. "Kalau bisa dibawa terbang berarti layak," imbuhnya.

Korban meninggal adalah Letda Cpn Angga Juang, Serda Sirait dan Fransiska. Nama terakhir ini menurut SAR Yogya merupakan warga sipil.

Sedangkan korban luka yakni Kopda Sukoco, Serka Rohmad dan Kapten Cpn Titus Benediktus Sinaga.

INNA LILLAHI, Ada Helikopter TNI Jatuh Timpa 2 Rumah Warga Di Sleman


Parno (45) salah satu pemilik rumah yang tertimpa helikopter jenis Bell milik TNI AD sedang tak ada di rumah saat kejadian. Dirinya sedang mencari rumput untuk pakan ternak.

"Jadi waktu kejadian saya cari rumput," kata Parno saat ditemui di lokasi, Dusun Kowang, Kalasan, Sleman, Jumat (8/7/2016).

Dia mulanya hanya mendengar gemuruh seperti suara pesawat terbang rendah. Tak ada prasangka apa pun ketika itu.

"Jadi pas cari rumput dengar suara pesawat terbang rendah, lalu ada suara ledakan," imbuh Parno.

Parno tak menyangka kalau ada helikopter yang jatuh kemudian. Dia tetap mencari rumput.

"Sampai tetangga bilang, 'rumah kamu kejatuhan pesawat,' tadinya enggak percaya, terus saya pulang," pungkas Parno.