Bangladesh Cabut Izin Siaran TV Milik Dr Zakir Naik ‘Peace TV’, Ini Alasannya




Bangladesh Cabut Izin Siaran TV Milik Dr Zakir Naik ‘Peace TV’, Ini Alasannya

Bangladesh Cabut Izin Siaran TV Milik Dr Zakir Naik ‘Peace TV’, Ini Alasannya

Baru-baru ini pihak pemerintah Bangladesh telah melarang adanya siaran TV milik Dr Zakir Naik ‘Peace TV’. Hal ini dikarenakan pidato dai yang hafal berbagai kitab suci tersebut telah mengilhami sejumlah kelompok militan untuk melakukan serangan teror di Kafe Dhaka.

Sebelum adanya keputusan tersebut, terjadi sebuah pertemuan antara Menteri Perindustrian Amir Hossain Amu dan pejabat keamanan untuk memutuskan apakah khotbah jumat yang disampaikan oleh Dr Zakir Naik mengandung provokasi ataukah tidak.

Setelah menyimak, mereka kemudian menetapkan bahwa khotbah dai tersebut telah mengilhami kelompok militan yang telah menewaskan 22 orang di Kafe Dhaka tanggal 1 Juli 2016.

Pihak pemerintah Bangladesh pun menghimbau agar para imam yang ada di Bangladesh bisa memiliki visi yang sama untuk mengecam aksi terorisme dan ekstremisme.

Profil Peace TV

Peace TV merupakan jaringan siaran televisi satelit yang bekerjasama dengan Global 24/7 di negara Dubai. Dr Zakir Naik sendiri merupakan pemilik sekaligus menjadi presiden TV tersebut.

Dai yang ahli dalam perbandingan agama itu mengawali program Peace TV berbahasa Inggris dan bisa diakses oleh 200 negara di berbagai belahan dunia.

Di tahun 2009, Peace TV meluncurkan Peace TV Urdu bagi masyarakat Urdu yang ada di berbagai negara. Dan di tahun 2011, diluncurkan juga Peace TV Bangla.

Adapun program yang ditampilkan oleh Peace TV meliputi program pendidikan bagi anak-anak, program kuliah untuk remaja dan dewasa dan meliput siaran langsung. Tak heran jika Peace TV disebut juga sebagai saluran edutainment.

Sejumlah pengisinya pun merupakan para dai yang cukup dikenal luas seperti Dr Zakir Naik, Jamal Badawi, Faiz Ur Rahman dan yang lainnya.

Keberadaan Peace TV bukanlah tanpa halangan karena sejumlah negara seperti Inggris, Kanada dan Amerika melarang adanya siaran tersebut. Kini pada tanggal 10 Juli 2016, pemerintah Bangladesh yang melarang adanya siaran milik Dr Zakir Naik tersebut karena menjadi alasan kelompok militan melakukan serangan teror di Kafe Dhaka.

Baca Juga: