Walaupun Hanya Jualan Bawang, Nenek Ini Tak Pernah Bisa Lepas Dari Membaca Al Qur'an




Sungguh Allah akan memuliakan orang-orang yang selalu membaca dan mentadaburi Al Qur’an sebagai pedoman hidup manusia. Tak hanya berbuah pahala, namun juga di dalamnya sarat akan pelajaran dalam menjalani kehidupan ini.

Sama seperti seorang nenek penjual bawang ini yang senantiasa mengisi hari-harinya dengan membaca Al Qur’an dan berbagai kitab ilmu agama ketika tidak ada orang yang membeli dagangannya. Nenek yang berjualan di emperan Toko Endang Jaya tepat di depan Pasar Kota Magelang, Jawa Tengah tersebut nampak khusyuk membaca Al Qur’an maupun kitab ilmu agama di tengah keramaian pasar yang terkadang lalai dari mengingat Allah.

Walaupun Hanya Jualan Bawang, Nenek Ini Tak Pernah Bisa Lepas Dari Membaca Al Qur'an

Salah seorang netizen bernama Siti Entik Sukenti mengabadikan momen tersebut dan mengunggahnya di Facebook pada hari Senin (13/6/2016). Dalam statusnya tersebut, Siti menulis, “Berbincang dengan Allah, menyiapkan bekal hari kemudian sembari mencari bekal buat hari ini.”

“Si nenek yang kedua matanya terjaga dengan baik. Mbahnya jualan bawang lanang di Jalan Pemuda Magelang, tepatnya di emperan Toko Endang Jaya, di daerah depan Pasar Rejowinangun Magelang, setiap bungkus bawang lanang tersebut dijual dengan harga Rp 20.000, berjualan dari pagi hingga sore. Moggo jika ada yang mau silaturahim dengan mbahnya dipersilakan. Jika perlu saya antarkan ke beliau. Suwun,” tulisnya memperjelas.

Foto itu pun mendadak menjadi viral setelah diunggah kedalam grup Facebook Media Informasi Kota Semarang oleh akun Muhamad Mudhakir pada hari Selasa (14/06/2016). Dalam grup tersebut, ia menuliskan status, “Simbah dodolan dengan tadarusan. Coba siapa berani razia beliau,”

Ratusan orang menyukai foto itu dan beberapa netizen memberikan komentar atas yang dilakukan oleh nenek penjual bawang inspiratif tersebut.

“Subhanallah, sehat, kuat, semoga panjang umur mbah,” tulis Kim Pul

Sementara akun Alfiah Alfia menulis, “Bisa jadi panutan bagi anak-anak muda yang sukanya senang-senang saja. Lihatlah seorang nenek yang semangat untuk mencari surgaNya Allah, dengan berjualan bahkan di usianya yang sudah senja. Semoga jualannya lancar dan mendapatkan rezeki dari Allah, Amin.”

Setelah diselidiki ternyata penjual bawang yang rajin membaca Al Qur’an tersebut bernama Mbah Ro. Selain rajin membaca Kalamullah, ia juga sangat cekatan ketika ada pembeli yang membeli dagangannya.

Tak hanya itu saja, beliau juga sangat ramah dan seringkali menjelaskan kegunaan dari jualannya.

“Ini bawang lanang, harganya Rp 20 ribu per bungkus. Bagus untuk obat darah tinggi, dibuat sambal lalu dicampur dengan minyak goreng juga enak sekali.” Ucapnya kepada reporter Kompas yang sengaja datang ke lapak Mbah Ro.

Setelah tidak ada yang membeli bawang jualannya, nenek berusia 90 tahun tersebut lantas membuka kembali Al Qur’an dan kitab lain tanpa harus menggunakan kacamata seperti umumnya orang dengan usia tersebut.

Selain matanya yang selalu sehat, pendengarannya tidak sedikit pun terganggu. Terkadang Mbah Ro menyelang membaca kitabnya dengan membungkus bawang ke dalam plastik bening.

Mbah Ro mengatakan bahwa ia sudah terbiasa membaca Al Qur’an dan kitab lainnya sejak kecil sehingga hingga saat ini ia tak pernah meninggalkan kebiasaannya tersebut, meski telah memiliki 9 cicit dari 5 cucunya.

Mbah Ro senantiasa membaca Al Qur’an terlebih dahulu sebelum berangkat berjualan. Ketika berjualan dan ada waktu kosong, ia isi dengan membaca kitab fiqih.

“Nanti malam baca Al Qur’an lagi di rumah. Kalau baca disini suka dibilang pamer,” ucapnya.

Diketahui bahwa Mbah Ro sejak kecil memang gemar berdagang dimana sebelumnya tahun 2008 lapaknya yang di dalam pasar Rejowinangun habis terbakar. Setelah itu ia pun berjualan di emperan karena tidak mampu membeli lapak di dalam pasar lagi.

Meski anak-anaknya sudah melarang, Mbah Ro tetap bersikeras untuk berjualan. Ia tidak ingin diam di rumah dan meminta belas kasihan dari anak-anak ataupun tetangganya.

Nenek yang tinggal di Kampung Ganten, Kota Magelang ini beberapa bulan lalu pernah dirazia oleh Satpol PP. Setelah berbicara dengan pihak Satpol PP, Mbah Ro pun bisa mendapatkan bawang dagangannya kembali.

Kini di bulan yang suci, Mbah Ro masih tetap menjalankan puasa meski umurnya sudah udzur. Terkadang ia juga senantiasa mendawamkan puasa Senin Kamis setiap minggunya.

“Salat dan puasa itu wajib. Kalau sedang sakit diperbolehkan salat sambil tidur, boleh pakai isyarat, namanya wajib ya tidak boleh ditinggalkan,” ucapnya menjelaskan pentingnya shalat.

Ia juga menuturkan bahwa Al Qur’an yang ia baca kelak akan menjadi penolong ketika di akhirat sana.

Di tengah-tengah teman-teman seumurannya yang sudah meninggal, Mbah Ro justru lebih memperdalam ilmu agama dan akhirnya Mbah Ro pun mendapatkan sejumlah kejutan setelah menjadi viral di berbagai media sosial.

Terkadang ada seseorang yang memberikannya Al Qur’an, mukena atau bahkan ada yang memborong bawang jualannya.

Baca Juga:


Semoga Allah mengistiqomahkannya dalam beribadah hingga Allah menjemputnya dengan khusnul khatimah. Aamiin