Jurnalis Senior Ini Bagikan Pengalaman Ketika Bisa Masuk Ke Dalam Ka’bah (Video)




Jurnalis Senior Ini Bagikan Pengalaman Ketika Bisa Masuk Ke Dalam Ka’bah (Video)

Jurnalis Senior Ini Bagikan Pengalaman Ketika Bisa Masuk Ke Dalam Ka’bah (Video)

Tak hanya para presiden dari negara lain saja yang bisa berkesempatan untuk bisa masuk ke dalam Ka’bah. Tanggal 28 April 2006 pun menjadi sebuah sejarah bagi Indonesia karena Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang saat itu melaksanakan umrah, juga berkesempatan untuk memasuki bangunan suci tersebut setelah mendapatkan izin dari pemerintah Arab Saudi.

Tak hanya sendiri, namun rombongan yang saat itu terdiri dari keluarga dan sejumlah jurnalis pun bisa berkesempatan masuk ke dalam Ka’bah.

Salah seorang jurnalis senior bernama Budiono Darsono menceritakan pengalaman spiritual dirinya bisa masuk bersama dengan rombongan SBY. Ketika itu Budiono melihat petugas kerajaan membelokkan rombongan SBY beserta para jurnalis untuk menuju tangga Ka’bah. Pintu Ka’bah pun dibuka dengan tujuan mempersilakan rombongan SBY untuk masuk ke dalamnya.

Bagi Budiono, kesempatan yang langka dan dadakan ini membuatnya tidak siap. Akan tetapi hatinya tetap ingin bisa masuk ke dalam. Dilansir dari Detik, Budiono pun merasakan suasana temaram di dalamnya dengan sebuah lampu yang diletakkan di tengah.

“Sungguh saya tidak siapa. Berdebar-debar. Kaki memang dengan ringan menaiki tangga. Sesampainya di dalam Ka’bah, suasana temaram. Ada lampu (semacam lampu emergensi dengan daya baterai) diletakkan di tengah. Selebihnya saya tidak melihat apa-apa,” ucap Budiono.

Tak hanya itu saja, perasaan jurnalis senior ini gemetar tak menentu. Namun ditengah perasaan tersebut, dirinya pun mengingat nasehat dari Menteri Agama agar melaksanakan shalat 2 rakaat di dalamnya.

“Kaki saya gemetaran. Tubuh saya gemetar. Tidak itu saja, di dalam Ka’bah jiwa saya bergetar. Saya tidak bisa membayangkan perasaan saya. Untuk saya masih mengingat wejangan dari pak Menteri Agama, jika Allah mengizinkan kita memasuki Ka’bah, shalatlah 2 rakaat, disunnahkan salatnya menghadap ke 4 penjuru,” tuturnya.

Meskipun berusaha untuk khusyuk dan tenang, namun Budiono tetap tidak bisa menenangkan jiwanya yang seakan tak percaya bisa memasuki Ka’bah. Bacaan Al Fatihah pun tak mampu diselesaikannya dengan sempurna. Hingga ia pun terus berusaha mengulang-ngulang bacaannya hingga benar-benar sempurna.

Baca Juga:


Subhanallah, Allahu Akbar, demikianlah salah satu kondisi ketika seseorang bisa berkesempatan masuk ke dalam kiblat umat Islam. Semoga Allah pun memberikan kesempatan kepada kita untuk bisa shalat di dalamnya. Aamiin

Simak videonya







close ini