Kursi dan Meja Yang Ditempati Yuyun Di Sekolah Selalu Basah Semenjak Kepergiannya




Ada yang aneh semenjak Yuyun dinyatakan hilang, Seperti diketahui almarhumah merupakan salah satu siswi kelas 1 SMP di Rejang Lebong, Bengkulu, Teman sekelas Yuyun dan beberapa guru merasa ada yang aneh sejak Yuyun tak pernah masuk kelas dan ditemukan warga beserta polisi sudah tak bernyawa di dalam jurang.

Kursi dan Meja Yang Ditempati Yuyun Di Sekolah Selalu Basah Semenjak Kepergiannya
Kursi dan meja belajar Yuyun setelah diganti dengan yang lain, sementara meja belajar yang sering digunakan Yuyun disimpan di gudan sekolah karena selalu basah dan lembab (kompas.com/Firmansyah)

Posisi meja dan kursi Yuyun tersebut terletak paling depan sebelah kiri, tepatnya di dekat pintu masuk.

"Sejak dinyatakan hilang kemudian ditemukan meninggal, meja belajar Yuyun selalu basah dan lembab. Padahal, ruang kelas ini tidak ada yang bocor, sebelumnya meja itu tak pernah basah," kata Rima, teman dekat Yuyun.

Beberapa teman sekelas Yuyun mengisahkan kepribadian Yuyun yang baik dan pintar tampak menahan tangis saat menunjuk tempat duduk Yuyun di kelas.

"Kami sempat ketakutan dan sedih jika melihat meja Yuyun yang selalu lembab, basah, secara aneh itu. Makanya, guru berinisiatif mengganti meja dan kursi yang sering dipakai Yuyun dengan meja dan kursi lain," kata Malik, teman sekelas Yuyun yang lain.

Kejadian ganjil itu juga dibenarkan seorang karyawan tata usaha sekolah, Teguh. Menurut Teguh, keanehan tersebut terjadi sejak Yuyun dinyatakan hilang dan ditemukan meninggal secara mengenaskan.

"Kami tak mau murid lain selalu sedih dan takut melihat meja Yuyun selalu basah secara aneh, akhirnya meja Yuyun kami ganti. Meja yang biasa dipakai Yuyun kami simpan di gudang sekolah," ujar Teguh.

Kursi dan Meja Yang Ditempati Yuyun Di Sekolah Selalu Basah Semenjak Kepergiannya
Meja dan kursi yang digunakan Yuyun semasa sekolah dipindahkan ke gudang sekolah karena terlihat sering basah dan lembab sejak Yuyun dinyatakan hiang lalu ditemukan meninggal dunia (kompas.com/Firmansyah)

Sementara itu, posisi belajar Yuyun yang berada di pojok depan sebelah kiri hingga kini masih kosong. Tak ada satupun siswa yang mau mengisinya.

Kami ingin selalu mengenangnya

"Biar tempat ini kosong untuk kami mengenang kalau Yuyun selalu ada bersama kami, Ia sebenarnya masih tetap bersama kami, dia kawan kami yang baik" tutur Rima, sahabat dekat Yuyun.

Rima mengungkapkan bahwa kursi tersebut dibiarkan kosong bukan karena siswa takut menempatinya, melainkan untuk lebih menghormati Yuyun.

Lebih lanjut, Rima menceritakan penyesalannya tak bisa mengantar pulang Yuyun saat kejadian itu.

Ia mengatakan, saat itu Yuyun bersikukuh minta diantar pulang oleh Rima mengunakan motor milik Rima.

"Motor saya rusak, hingga saya tak bisa antar dia sampai ke rumahnya.," kata Rima mengenang saat itu.

"Rumah saya memang tidak satu arah dengan rumah Yuyun, berbeda arah, jadi saat itu ia pulang sendiri," kata Rima.

Sementara itu, ibunda Yuyun, Yana mengatakan bahwa ketika itu sebenarnya ada guru yang akan mengantar pulang Yuyun. Namun, kata dia, Yuyun menolak tawaran ibu gurunya itu.

Baca Juga:




"Yuyun biasanya pulang diantar guru, kawan sekelasnya, atau saudara lelaki kembarnya Yayan. Namun, hari itu ia terpaksa pulang sendiri dan melewati jalan sepi lalu dicegat 14 pemuda itu," kata ibu Yuyun.





close ini